Berbagai mitos terkait proses menyeduh kopi kini masih banyak dipercaya. Dari biji espresso, air mendidih, hingga air saring, semua perlu dicermati.
Kopi bukan sekadar minuman, tapi seni dan ilmu dalam setiap cangkir. Cara menyeduh, jenis biji kopi pilihan, dan kualitas air, semua memengaruhi rasa akhir secangkir kopi.
Banyak anggapan soal kopi beredar, dari biji espresso, suhu air, hingga jenis air. Tidak semuanya benar, beberapa hanyalah mitos.
Memahami fakta dan kesalahan umum membantu pecinta kopi menikmati setiap tegukan. Dengan teknik tepat, aroma dan rasa kopi bisa keluar maksimal.
Dari dark roast hingga air saring, setiap elemen punya peran penting. Berikut beberapa mitos seputar kopi yang sering dipercaya tapi perlu diluruskan:
1. Dark Roast Lebih Banyak Kafein daripada Light Roast?
Banyak orang percaya kopi dark roast punya kafein lebih tinggi dibanding light roast. Faktanya, hal itu kurang tepat.
Rasa kopi dark roast memang lebih kuat dan pahit, tapi kadar kafeinnya tidak lebih banyak.
Tingkat pemanggangan tidak berpengaruh signifikan karena kafein stabil pada suhu roasting normal, seperti dikutip dari Methodical (26 Februari 2025).
2. Membekukan Biji Kopi Bikin Lebih Segar?
Kesegaran biji kopi penting dijaga agar rasa dan aroma kopi tetap optimal. Menggiling biji tepat sebelum diseduh memberi pengalaman cita rasa terbaik.
Membekukan biji kopi bisa membantu menjaga kesegaran jika dilakukan dengan benar. Simpan dalam wadah kedap udara dan minim kelembapan agar rasa dan aroma tetap terjaga.
Namun, jika biji kopi sering keluar-masuk freezer, bisa timbul kondensasi dan merusak rasa. Cara terbaik adalah membekukan dalam porsi kecil agar tiap cangkir tetap segar.
Simak Video "Pengusaha Kafe Belum Rasakan Dampak Kenaikan Harga Biji Kopi"
(raf/adr)