Sering Minum Kopi Saat Perut Kosong? Ini 4 Dampak Fatalnya

Sering Minum Kopi Saat Perut Kosong? Ini 4 Dampak Fatalnya

Dita Aliccia Armadani - detikFood
Senin, 26 Jan 2026 05:00 WIB
Sama-sama Bikin Melek, Lebih Bagus Minum Kopi atau Teh Hijau?
Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Banyak orang terbiasa minum kopi langsung setelah bangun tidur. Kebiasaan ini harus dihentikan karena ada dampak kesehatan jika sering minum kopi saat perut kosong.

Minum kopi sebelum sarapan sudah menjadi rutinitas banyak orang. Aroma khas dan sensasi hangatnya seolah jadi penanda dimulainya hari. Namun, kebiasaan ini ternyata tidak selalu aman bagi semua orang.

Dilansir dari Verywell Health (21/1), minum kopi saat perut kosong dapat menimbulkan sejumlah efek samping yang serius, terutama bagi mereka yang sensitif terhadap kafein atau memiliki masalah pencernaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut 4 dampak fatal konsumsi kopi saat perut kosong:

1. Meningkatnya Asam Lambung dan Sensasi Terbakar di Dada

Salah satu dampak yang paling sering muncul adalah peningkatan produksi asam lambung. Kopi merangsang lambung untuk memproduksi lebih banyak asam, dan jika perut kosong, ini dapat mengiritasi lapisan lambung. Akibatnya, sensasi panas atau terbakar di dada yang dikenal sebagai heartburn bisa terjadi.

ADVERTISEMENT

Sebuah studi tahun 2014 menemukan bahwa minum kopi dari biji kopi yang dipanggang ringan (light roast) dapat menyebabkan peningkatan asam lambung yang lebih besar daripada minum kopi panggang gelap (dark roast). Jadi, pilihlah kopi dark roast jika ingin lebih aman untuk asam lambung.

2. Kafein Diserap Lebih Cepat

Minum kopi tanpa makan lebih dulu membuat kafein diserap lebih cepat ke dalam aliran darah. Hal ini bisa memperkuat efek stimulan kafein, seperti jantung berdebar, tekanan darah meningkat, gelisah, bahkan sakit kepala.

Efek kafein ini bisa bertahan hingga 7 jam setelah dikonsumsi. Karena itu, minum kopi saat perut kosong menjelang tidur bisa mengganggu tidur malam. Usahakan membatasi asupan kafein harian, tidak lebih dari 400 mg per hari. Jumlah ini setara sekitar 4-5 cangkir kopi.

3. Gangguan Pencernaan

Selain efek pada lambung, minum kopi saat perut kosong juga dapat memicu berbagai keluhan pencernaan. Beberapa orang mengalami kembung, kram perut, mual, bahkan diare. Efek ini dapat terjadi pada orang yang memiliki gangguan pencernaan, seperti sindrom iritasi usus besar (IBS). Kopi juga dapat merangsang kontraksi usus sehingga dorongan ke toilet datang lebih cepat dari yang diharapkan.

4. Perubahan Hormon (Kortisol)

Kafein dalam kopi merangsang pelepasan kortisol, hormon yang dikenal sebagai hormon stres karena perannya dalam mengatur metabolisme dan tekanan darah. Meski peningkatan produksi kortisol dari kopi tidak terlihat signifikan, respons hormon ini dapat memengaruhi suasana hati dan tingkat kecemasan, terutama jika dikonsumsi saat perut kosong.

Peningkatan kadar kortisol dapat meningkatkan risiko kecemasan, iritabilitas, dan masalah tidur. Seiring waktu, kadar kortisol yang tinggi dapat menyebabkan penyakit jantung dan pengeroposan tulang.

Jika kopi menjadi bagian penting di pagi hari, maka pertimbangkan untuk menikmatinya setelah sarapan. Konsumsi sedikit makanan sebelum minum kopi dapat memperlambat penyerapan kafein, sehingga efek sampingnya tidak seperti saat perut benar-benar kosong.




(yms/adr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads