Berbagai mitos terkait proses menyeduh kopi kini masih banyak dipercaya. Dari biji espresso, air mendidih, hingga air saring, semua perlu dicermati.
Kopi bukan sekadar minuman, tapi seni dan ilmu dalam setiap cangkir. Cara menyeduh, jenis biji kopi pilihan, dan kualitas air, semua memengaruhi rasa akhir secangkir kopi.
Banyak anggapan soal kopi beredar, dari biji espresso, suhu air, hingga jenis air. Tidak semuanya benar, beberapa hanyalah mitos.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memahami fakta dan kesalahan umum membantu pecinta kopi menikmati setiap tegukan. Dengan teknik tepat, aroma dan rasa kopi bisa keluar maksimal.
Dari dark roast hingga air saring, setiap elemen punya peran penting. Berikut beberapa mitos seputar kopi yang sering dipercaya tapi perlu diluruskan:
1. Dark Roast Lebih Banyak Kafein daripada Light Roast?
Dark Roast Lebih Banyak Kafein daripada Light Roast? Foto: iStock |
Banyak orang percaya kopi dark roast punya kafein lebih tinggi dibanding light roast. Faktanya, hal itu kurang tepat.
Rasa kopi dark roast memang lebih kuat dan pahit, tapi kadar kafeinnya tidak lebih banyak.
Tingkat pemanggangan tidak berpengaruh signifikan karena kafein stabil pada suhu roasting normal, seperti dikutip dari Methodical (26 Februari 2025).
2. Membekukan Biji Kopi Bikin Lebih Segar?
Kesegaran biji kopi penting dijaga agar rasa dan aroma kopi tetap optimal. Menggiling biji tepat sebelum diseduh memberi pengalaman cita rasa terbaik.
Membekukan biji kopi bisa membantu menjaga kesegaran jika dilakukan dengan benar. Simpan dalam wadah kedap udara dan minim kelembapan agar rasa dan aroma tetap terjaga.
Namun, jika biji kopi sering keluar-masuk freezer, bisa timbul kondensasi dan merusak rasa. Cara terbaik adalah membekukan dalam porsi kecil agar tiap cangkir tetap segar.
3. Biji Kopi Espresso Itu Berbeda?
Biji Kopi Espresso Itu Berbeda? Foto: Getty Images/iStockphoto/agrobacter |
Banyak orang mengira biji kopi espresso adalah jenis khusus. Padahal, tidak ada biji kopi 'espresso' atau panggangan espresso resmi.
Biasanya dark roast atau medium roast digunakan untuk espresso, tapi light roast juga bisa untuk mendapatkan rasa kopi yang lebih ringan. Perbedaan utama justru ada pada cara penyeduhannya, bukan biji kopinya.
Espresso dibuat dengan mesin khusus, memaksa air bertekanan tinggi melalui kopi giling halus. Hasilnya tercipta crema khas di atas cangkir yang jadi ciri espresso sesungguhnya.
4. Harus Selalu Pakai Air Mendidih untuk Kopi?
Banyak yang percaya kopi harus diseduh dengan air mendidih (100Β°C) untuk rasa optimal. Padahal ini salah kaprah yang justru bisa merusak rasa kopi.
Air terlalu panas bisa membakar bubuk kopi dan menyebabkan over-extraction (ekstraksi berlebih). Akibatnya, kopi menjadi terlalu pahit dan kehilangan keseimbangan rasa.
Suhu ideal seduh kopi berkisar 90-96Β°C agar cita rasa dan body kopi tercapai maksimal. Untuk seduh manual, suhu bisa diatur lebih presisi, sementara mesin drip membatasi kontrol suhu.
5. Kopi Hanya Boleh Diseduh dengan Air Saring?
Kopi Hanya Boleh Diseduh dengan Air Saring? Foto: iStock |
Beberapa pencinta kopi percaya hanya air saring yang ideal untuk seduh kopi. Sebenarnya, tidak semua mineral perlu dihilangkan karena justru penting untuk ekstraksi rasa.
Mineral seperti magnesium dan kalsium membantu menarik cita rasa kopi dan menciptakan cangkir seimbang. Air terlalu murni atau terlalu lembut bisa membuat kopi terasa hambar dan datar.
Kualitas air tetap penting. Gunakan air bersih, segar, dan sedikit bermineral agar pH dan kekerasan seimbang, serta hindari penggunaan air keran yang mengandung klorin atau logam berat.
Simak Video "Pengusaha Kafe Belum Rasakan Dampak Kenaikan Harga Biji Kopi"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN