Riset mengungkap cara seduh kopi memengaruhi kadar kolesterol dan kesehatan jantung. Antara kopi filter dan kopi tanpa filter, mana yang lebih sehat?
Minum kopi sudah jadi rutinitas harian banyak orang, dari pagi hingga sore hari. Namun, cara menyeduh kopi ternyata berpengaruh pada kesehatan tubuh.
Tak sedikit yang mengira semua kopi memberi dampak sama bagi kolesterol. Faktanya, metode seduh bisa menentukan aman atau tidaknya kopi untuk jantung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah riset mengungkap kopi tanpa filter berpotensi menaikkan kolesterol jahat. Sebaliknya, kopi filter dinilai lebih baik untuk kesehatan.
Dikutip Harrison Healthcare (30/6/25) berikut hasil penelitiannya:
1. Cara Seduh Kopi Bisa Pengaruhi Kolesterol
Kopi filter Foto: iStock |
Peneliti menguji 64 relawan sehat untuk melihat dampak metode seduh kopi terhadap kolesterol. Mereka minum kopi filter dan tanpa filter selama 17 hari.
Selanjutnya, peserta dibagi tiga kelompok selama 79 hari. Hasilnya, peminum kopi tanpa filter mengalami kenaikan kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL).
"Kopi tanpa filter meningkatkan LDL hingga 16 mg/dL," tulis peneliti. Sementara konsumsi kopi filter tak menunjukkan perubahan berarti.
2. Kopi Tanpa Filter Lebih Berisiko
Kopi tanpa filter mengandung cafestol, senyawa dalam minyak kopi yang bisa menaikkan kolesterol. Cafestol mengganggu produksi asam empedu di hati.
Metode seperti French press, kopi Turki, dan kopi tubruk tidak memakai filter. Akibatnya, cafestol langsung masuk ke minuman.
"Kertas filter mampu menahan sebagian besar cafestol," tulis peneliti. Inilah alasan minum kopi tubruk lebih berisiko bagi jantung.
3. Metode Seduh dan Kandungan Cafesto
Kopi filter Foto: iStock |
Drip coffee dan pour-over dengan kertas filter punya kadar cafestol rendah. Metode ini dinilai lebih aman untuk kesehatan jantung.
Espresso dan moka pot memakai saringan logam sehingga masih menyisakan cafestol. Namun kadarnya lebih rendah dibanding kopi tanpa filter.
"Kopi instan hampir tak mengandung cafestol," jelas peneliti. Proses penyaringan saat produksi membuatnya lebih aman.
4. Jenis Biji Kopi dan Proses Sangrai
Penelitian soal pengaruh jenis biji kopi terhadap cafestol masih beragam. Arabika dan robusta belum terbukti berbeda signifikan.
Beberapa orang percaya sangrai gelap menurunkan minyak kopi. Namun riset belum konsisten membuktikan hal ini.
"Fokus utama tetap pada metode seduh," tulis ahli gizi terdaftar. Cara menyeduh jauh lebih berpengaruh dibanding jenis biji kopi yang dipakai.
5. Tips Aman Menikmati Kopi untuk Jantung
Ilustrasi minum kopi. Foto: Getty Images |
Jika LDL jadi perhatian, pilih kopi yang diseduh dengan kertas filter. Cara ini membantu menekan asupan cafestol.
Kurangi lemak jenuh dan perbanyak serat larut. Kombinasi ini efektif menurunkan kolesterol jahat.
"Langkah kecil seperti mengganti metode seduh bisa berdampak besar," tulis peneliti. Kopi tetap nikmat, jantung pun lebih sehat.
Simak Video "Martabak 'Low Sugar' dan Sruput Kopi di Pasar Alsut"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN