Jakarta - Permintaan lemang di kawasan Senen, Jakarta, melonjak tajam selama bulan Ramadan.
Galeri Foto
Permintaan Melejit saat Ramadan, Lemang Senen Laris Manis
Para pekerja membuat lemang di kawasan Senen, Jakarta, Selasa (25/2/2026).Β Puluhan bambu berisi campuran beras ketan dan santan berjajar di area pembakaran.
Lemang kemudian dibakar selama tiga hingga empat jam dengan api kayu, sambil terus diputar agar matang merata.
Sejak pagi hingga malam, para perajin tampak sibuk memproduksi lemang untuk memenuhi pesanan warga yang datang langsung maupun pembeli langganan.
Proses pembuatan dimulai dari membersihkan bambu, mengisi ketan yang telah dicuci, hingga menuangkan santan berbumbu agar menghasilkan rasa gurih.
Para pekerja mengaku aktivitas produksi meningkat signifikan dibanding hari biasa.
Menurut Nanto, salah satu perajin lemang di Senen, jumlah produksi selama Ramadan bisa mencapai sekitar 150 hingga 200 batang per hari. Angka tersebut naik drastis dibandingkan hari normal di luar Ramadan.
Ramadan menjadi momen puncak penjualan lemang yang kerap dijadikan hidangan berbuka puasa maupun oleh-oleh. Aroma khas lemang yang dibakar pun menguar dan menarik perhatian warga sekitar.
Lemang hasil produksi dijual langsung di lokasi dan dipasarkan ke lingkungan sekitar. Tradisi kuliner berbahan dasar beras ketan ini kembali menjadi primadona musiman, menghadirkan berkah Ramadan bagi para perajin lemang di Senen.

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN