ADVERTISEMENT

Setelah Kerja Kantoran 15 Tahun, Wanita Ini Alih Profesi Jualan Nasi Lemak

Yenny Mustika Sari - detikFood
Sabtu, 16 Jul 2022 07:00 WIB
Pekerja kantoran banting stir jualan nasi lemak
Foto: Facebook/Bestfoody
Jakarta -

Wanita ini memilih jualan nasi lemak setelah bekerja selama 15 tahun di kantor. Meski harus berjuang dari nol, wanita ini tidak menyesalinya.

Sebagian orang memandang bekerja kantoran adalah profesi yang keren dan idaman. Namun tak selamanya jalan kesuksesan mereka berasal dari profesi yang ditekuni selama ini.

Dilansir dari Asia One (12/7), hal ini turut dirasakan oleh seorang wanita bernama Alvina, pekerja kantoran yang telah bekerja selama 15 tahun di perusahaan multi-nasional. Alvina memutuskan untuk alih profesi jadi penjual nasi lemak.

Alvina yang telah berusia 40 tahun ini mengambil keputusan berani meninggalkan perusahannya dan membangun warung makan nasi lemak. Alvina menjalaninya kembali dari nol, karena tak memiliki pengalaman dalam industri F&B sebelumnya.

Pekerja kantoran banting stir jualan nasi lemakPekerja kantoran banting stir jualan nasi lemak Foto: Facebook/Bestfoody

Baca Juga: 4 Tips Diet King Nassar, Turun BB 25 Kg dalam 3 Bulan

Meski begitu, Alvina menganggap ini sebagai jalannya untuk melangkah maju dan memulai karir baru. Keputusan Alvina ini juga didukung oleh anggota keluarganya.

"Saya kebetulan bertemu dengan pemilik warung sebelumnya yang dulu berjualan sate, sambil membantu di warung kopi keluarga," cerita Alvina.

Pemilik kios sebelumnya menyebutkan bahwa dia akan melepaskan bisnisnya dan pensiun. Oleh karenanya, Alvina mengambil kesempatan itu dan menggunakan tempatnya untuk berjualan.

Baca Juga: Gokil! Bobon Santoso Mukbang 3,6 Kg Natto, Begini Reaksinya

Alvina memutuskan berjualan nasi lemak karena hidangan itu bisa disiapkan sebelumnya. Jadi saat warung ramai, ia masih bisa mengelolanya. Warung nasi lemaknya cukup ramai dikunjungi pelanggan.

Seporsi nasi lemak yang ditawarkan oleh Alvina berisikan lauk sayap ayam goreng dan sambal. Sambalnya juga disajikan berbeda agar cita rasanya menjadi lebih khas.

"Saya membuat belacan (sambal) sendiri dan berbeda dengan warung nasi lemak lain yang biasanya lebih manis. Sambal yang saya sajikan lebih pedas dan banyak disukai," ungkap Alvina.

Menu yang ditawarkan juga berupa fusion. Ada lauk omelet, ebi tempura, serta sate seafood panggang. Harga satu porsinya dibanderol dari S$4 - S$6 (Rp 43 ribu - Rp 64 ribu).

Baca Juga: Remaja 17 Tahun Sukses Buka Toko Es Krim, Terinspirasi Pengusaha McD



Simak Video "Bikin Laper: Lahap Makan Nasi Lemak dengan Aneka Lauk"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT