ADVERTISEMENT

Lelah Layani Pembeli, Pemilik Kedai Mie Ini Jual Bisnisnya

Atiqa Rana - detikFood
Selasa, 12 Jul 2022 12:30 WIB
Kedai Mie Ayam laris di Singapura
Foto: 8days.sg / Alvin Lim
Jakarta -

Kedai mie di Singapura ini mencuri perhatian karena selalu ramai pembeli. Namun, sayangnya sang pemilik baru saja mengumukan akan menjual bisnisnya. Ia mengaku lelah layani banyak pembeli.

Singapura memang terkenal dengan pilihan makanan di hawker centre yang enak-enak. Namun satu-persatu pemilik bisnis kuliner itu harus menutup atau menjual gerainya dengan berbagai sebab. Salah satunya kedai mie topping daging cincang dan jamur yang legendaris ini.

Pemilik Lai Heng Mushroom Minced Meat Noodle terpaksa harus menjual gerainya. Melansir 8days.dg (07/07), melalui akun Facebook resmi, mereka mengumumkan penjualan bisnis kulinernya ini setelah 37 tahun melayani pembeli.

Mereka berterima kasih kepada para pelanggan yang sudah menemani perjalanan kedai tersebut sejak pertama dibangun hingga saat ini.

"Setelah 37 tahun melayani pelanggan setia kami, kami memutuskan untuk menyerahkan bisnis ini kepada pemilik baru yang juga memiliki semangat untuk menjual mie kepada para pelanggan. Kami berterima kasih kepada semuanya yang telah melalui perjalanan bersama," tulis restoran pada unggahan Facebook.

Tampaknya pengumuman ini sekaligus dibuat untuk mencari pembeli baru yang akan mengambil alih kedai itu. Pada kata-kata terakhir, kedai mie ini mengumumkan bahwa siapa saja yang tertarik untuk mengetahui resep mie mereka, bisa langsung menghubungi nomor yang tertera.

Alasan di balik penutupan kedai itu karena pemilik, Hwee Peng dan saudaranya sudah terlalu tua. Mereka sudah tidak kuat dengan jam kerja yang panjang dan melelahkan.

Kedai Mie Ayam laris di SingapuraKedai mie jamur daging milik Hwee Peng memang sangat populer dan disukai banyak orang. Foto: 8days.sg / Alvin Lim

Kedai mie jamur daging milik Hwee Peng memang sangat populer dan disukai banyak orang. Meskipun telah berpindah tempat sebanyak dua kali, tetapi kedai mie ini tetap saja ramai. Bahkan pemilik restoran pun mengatakan bahwa setiap harinya mereka sangat sibuk melayani pelanggan.

Sebelum rencana penjualan, Hwee Peng tadinya ingin menyerahkan kedai tersebut kepada keponakannya yang saat ini ikut bekerja di kedai. Namun mereka menolak dengan alasan bahwa pekerjaan itu melelahkan fisik mereka.

Alasan ini mungkin didasari karena pelanggan yang datang ke kedai tanpa henti. Sementara putri Hwee Peng yang saat ini bekerja di suatu kantor tidak tertarik untuk mengambil alih bisnis itu.

Kedai Mie Ayam laris di SingapuraSebelum rencana penjualan, Hwee Peng tadinya ingin menyerahkan kedai tersebut kepada anak dan keponakannya, tetapi tidak ada yang mau. Foto: 8days.sg / Alvin Lim

Ketika ditanya oleh 8days.sg perihal harga tawaran jual kedai ini, Hwee Peng menolak untuk memberi tahu rinciannya. Namun Hwee Peng mengungkap bahwa dia sedang dalam tahap negosiasi dengan pembeli baru.

Sementara masih menunggu pembeli yang cocok, Hwee Peng tetap membuka kedai mie jamur daging tersebut namun dengan jam operasi yang dikurangi. Hwee Peng pun mengaku tidak akan terlibat kembali dalam bisnis ini setelah dirinya pensiun.



Simak Video "Gurih Pedas Nasi Jinggo Sambal Belut di Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT