ADVERTISEMENT

Toko Kue Khas Indonesia di Singapura Ini Terjual Rp 43 Miliar!

Atiqa Rana - detikFood
Jumat, 01 Jul 2022 18:30 WIB
Toko Kue Indonesia di Singapura akan dijual
Foto: 8days.sg / Yip Jieying
Jakarta -

Sudah lama berdiri, pemilik toko kue Indonesia di Singapura ini berencana menjual gerainya seharga Rp 43 miliar! Meski disayangkan, sang pemilik pilih menjualnya karena sudah tua.

Singapura memiliki banyak warung makan atau toko jajanan kue tradisional yang legendaris. Tempat-tempat tersebut tak hanya dimiliki oleh warga asli Singapura, namun beberapa perantau dari negara tetangga seperti Malaysia dan Indonesia juga sukses membuka bisnis legendaris disana.

Tetapi sayang, banyak dari pemilik gerai makanan ini harus menutup atau menjual gerainya dengan alasan yang beragam. Salah satunya toko jajanan kue khas Indonesia ini.

Borobudur Snack sudah sangat terkenal di kalangan warga Bedok, Singapura. Toko kue ini sudah berdiri lebih dari 40 tahun. Sayangnya pemilik toko baru saja mengumumkan akan menjual gerainya itu ke pemilik baru.

Toko jadul ini menjual berbagai macam kue tradisional ala Indonesia seperti bika ambon, kue ang ku, hingga kue lapis. Melansir 8days.sg (29/06), awalnya toko kue ini didirikan oleh Richard Goh, orang Singapura yang lahir di Indonesia. Namun dirinya telah meninggal pada tahun 1996.

Toko Kue Indonesia di Singapura akan dijualToko jadul ini menjual berbagai macam kue tradisional ala Indonesia mengumumkan akan menjual gerainya seharga Rp 43 miliar. Foto: 8days.sg / Yip Jieying

Setelah kepergiannya, toko tersebut diambil alih oleh rekannya yang bernama Simon Tay. Ia mengelola bisnis kue ini hingga sekarang. Namun Simon Tay mengumumkan kepada 8days.sg bahwa dia berencana untuk menjual bisnis lamanya itu.

Dia pun sudah mengungkapkan harga jualnya sebesar $4 million SGD atau sekitar Rp 43 miliar! Alasannya adalah karena Simon menganggap sudah waktunya dia untuk pensiun. Setelah pensiun, Simon berencana akan mengunjungi putrinya yang tinggal di Kanada.

"Saya berumur 74 tahun, saya sudah tua. Tidak banyak waktu tersisa, sehingga lebih cepat lebih baik. Setelah pensiun, saya akan jalan-jalan, mungkin mengunjungi putri saya di Kanada dan tinggal sebentar di sana," ucapnya.

Pemilik toko kue Indonesia ini memang sudah merencanakan untuk mencari pembeli baru sejak Covid-19 melanda tahun 2020. Bukan karena dampak pandemi, melainkan karena memang dirinya merasa sudah tua.

Simon juga mengungkap bahwa saat pandemi, toko kue nya tidak terlalu terpengaruh. Itu karena makanan yang dijualnya adalah kue ringan yang bisa dibawa pulang.

Meskipun toko ini ramai dan terkenal di kalangan warga Singapura, namun Simon masih menjual bisnisnya dengan harga yang wajar. Dengan berbagai perhitungan, Simon merasa bahwa nominal Rp 43 miliar adalah harga yang masuk akal.

Toko Kue Indonesia di Singapura akan dijualTampilan toko kue jajanan Indonesia di Singapura. Salah satu syarat wajib yang diberikan Simon kepada pemilik baru yaitu mereka harus mengurus para pekerjanya dengan baik. Foto: 8days.sg / Yip Jieying

Simon tidak sekadar menjual gerainya, namun dengan harga itu, dia juga akan membagikan resep kue favoritnya dan pabrik kue yang terletak di Mandai Link. Terbaru, Simon mengumumkan bahwa dia sudah bernegosiasi dengan pemilik baru yang lebih muda darinya.

Salah satu syarat wajib yang diberikan Simon kepada pemilik baru yaitu mereka harus mengurus para pekerjanya yang sudah lebih dari 10 tahun bekerja dengan Simon. Meskipun belum banyak pengalaman, namun Simon melihat bahwa calon pemilik baru memiliki tekad untuk terus belajar dalam mengelola usaha toko jajanan kue tradisional.

Mungkin toko kue yang menjual jajanan khas Indonesia ini sudah menjadi bagian hidup dari Simon. Namun pilihannya untuk menjual toko tersebut adalah yang terbaik. Ia mengatakan dirinya sudah tidak muda lagi dan membutuhkan banyak waktu untuk istirahat.



Simak Video "Masak Masak: Otak-otak Ikan Tongkol Super Endol"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT