Cari Hampers Ramadhan? Bisa Coba Paket Brownies-Kopi Kekinian!

Jihaan Khoirunnisaa - detikFood
Rabu, 23 Mar 2022 08:17 WIB
Hampers Ramadhan
Foto: Instagram.com/happu.day
Jakarta -

Ramadhan hanya sepekan lagi. Momen ini menjadi yang ditunggu-tunggu, karena umat Islam akan segera bertemu dengan bulan yang penuh berkah.

Saat Ramadhan biasanya dimanfaatkan untuk beribadah, serta mencari pahala sebanyak-banyaknya. Selain itu, bulan puasa juga identik dengan aktivitas berbagi kepada sesama. Tidak heran jika kemudian muncul tradisi memberikan hampers atau bingkisan, baik untuk keluarga, sahabat, maupun kerabat dekat.

Saling berkirim hampers menjadi bentuk ungkapan kasih sayang dan perhatian. Sekaligus sebagai pengganti silaturahmi, terutama di masa pandemi yang membatasi interaksi. Sehingga tidak bisa leluasa untuk kumpul bersama.

Bicara soal hampers, kamu mungkin tengah mencari ide hampers Ramadhan yang unik dan berkesan. Jika bosan dengan kue kering, tenang, masih banyak pilihan hantaran yang bisa dijadikan alternatif. Kamu bisa cobain Special Eid Hampers dari Happu Day, terutama untuk kamu yang berdomisili di Purwokerto, dan sekitarnya.

Paket hampers atau hantarannya berisi berbagai macam item, di antaranya 1 toples brownies bites serta crunchy choconuts. Selain itu ada 500 ml minuman rasa greentea matcha atau kopi susu. Kamu bisa pilih mana yang lebih disukai.

Paket ini sudah termasuk pita, box dari bambu serta special custom letter. Jadi, kamu bisa menuliskan pesan untuk teman-teman terdekat. Buat yang tertarik pesan, bisa langsung cek laman Instagram @happu.day.

Puan Faiza Nurianada selaku owner Happu Day mengatakan paket Special Eid Hampers kali ini merupakan kolaborasi timnya bersama Warung Kebon Wasiyat. Lebih lanjut, Puan mengungkapkan bisnisnya memang fokus pada bidang food and beverage alias F&B, dengan produk utama brownies yang dikreasikan menjadi aneka menu, seperti brownies dengan glaze, fudgy brownies, dan lainnya.

"Usaha saya berjalan sejak Oktober 2020. Saat itu, sekolah saya sudah beberapa bulan menjalankan pembelajaran daring, sehingga saya mempunyai lebih banyak waktu luang di rumah," katanya kepada detikcom.

"Karena saya memiliki ketertarikan di bidang baking, waktu luang tersebut saya gunakan untuk mencoba berbagai resep. Saya mulai mengulik resep brownies sekitar bulan Mei, awal pandemi. Lalu, akhirnya pada bulan Oktober saya mulai berani menjual produk saya sendiri," lanjut Puan.

Meski sudah berjalan lebih dari 2 tahun, namun Puan mengaku omzet yang didapatkan setiap bulan tidak menentu. Pasalnya, ia hanya menjual brownies dengan sistem pre-order (PO) yang dibuka hanya pada akhir pekan. Alasannya agar kegiatan sekolah dan bisnis bisa tetap berjalan beriringan.

"Produk yang saya jual saya batasi karena saya masih yang mengerjakan sendiri semua kegiatan produksi. Sehingga saya harus menyesuaikan dengan kegiatan sekolah saya juga," jelasnya.

Meski begitu, Puan merasa bersyukur karena ada 30 hingga 50 pieces brownies yang laku setiap bulan. Karena di samping belajar, dia masih sempat mempromosikan dan memasarkan produk melalui media sosial.

Lebih lanjut, remaja berusia 17 tahun ini pun menjabarkan strategi bisnis yang diterapkannya agar bisa survive di masa pandemi COVID-19. Salah satunya yaitu mengoptimalkan promosi online lewat media sosial, seperti Instagram dan WhatsApp.

"Saya juga berusaha update postingan Instagram saya untuk meyakinkan para viewer bahwa toko saya aktif memasarkan produknya. Strategi lainnya yaitu saya memberikan potongan harga bagi konsumen yang dengan sukarela memposting produk saya, dan memberikan kritik saran di postingan story Instagram pribadi mereka," papar dia.

"Saya juga beberapa kali bekerja sama dengan influencer daerah saya untuk memperkenalkan produk saya ke masyarakat. Selain itu, saya juga bekerja sama atau melakukan kolaborasi dengan salah satu cafe di daerah saya untuk meluncurkan produk hampers khusus hari raya Idul Fitri untuk perluasan pasar dan kesadaran produk di kalangan masyarakat," lanjut Puan.

Tidak berhenti sampai di situ, Puan juga aktif berpartisipasi dalam program pengembangan usaha 'Kembangkan Bisnis Kulinermu' dari detikcom bersama Kraft Heinz Food Service. Program tersebut sengaja digelar oleh detikcom dan Kraft Heinz Food Service untuk mendukung usaha kuliner Tanah Air agar bisa naik kelas.

Adapun tujuan dia mengikuti program tersebut yakni untuk menambah pengetahuan di bidang bisnis kuliner, dan belajar langsung dari pakarnya.

"Dalam program ini, banyak sekali informasi informasi yang berguna yang disampaikan oleh para pemateri yang sangat penting untuk diketahui oleh kami, para pelaku usaha kuliner. Salah satu materi yang menarik buat saya adalah materi (terkait) bagaimana cara membuat produk yang unik dengan bahan baku yang terjangkau," pungkasnya.

Berbekal ilmu yang didapat, Puan berharap bisa membuat bisnis kuliner yang dirintisnya semakin maju dan berkembang di masa depan.



Simak Video "Ciptakan Inovasi untuk Hadirkan Peluang Baru Usahamu"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/odi)