Sejarah Babi Guling yang Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Riska Fitria - detikFood Sabtu, 21 Agu 2021 11:00 WIB
Sejarah Babi Guling yang Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Foto: iStock

3. Babi Guling dalam Sesaji

Sejarah Babi Guling yang Jadi Warisan Budaya Tak Benda IndonesiaSejarah Babi Guling yang Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Foto: iStock

Masyarakat Bali didominasi oleh umat Hindu. Dan babi guling merupakan salah satu bagian dari tradisi juga memperkuat keyakinan agama masyarakat Bali. Babi guling dijadikan sesaji dalam perayaan adat.

Babi guling dimaknai sebagai simbol memohon berkah, bermakna pembawa kemakmuran. Selain itu juga sebagai salah satu wujud syukur kepada Tuhan.

Biasanya pada mulut babi guling yang digunakan sebagai sesaji diisi dengan daun pisang. Kemudian pada lubang anusnya diisi nasi. Hal ini bermakna bahwa dari sesuatu yang sederhana akan menjadi suatu yang bermanfaat,

Kemudian, babi guling bagian perutnya akan diikat, kemudian di lehernya dikalungi janur dan digantungi uang kepeng dua keping. Itu bermakna ketulusan dan keikhlasan.

4. Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Sejarah Babi Guling yang Jadi Warisan Budaya Tak Benda IndonesiaSejarah Babi Guling yang Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Foto: iStock

Babi guling tercatat sebagai warisan budaya tak benda Unesco di Indonesia sejak tahun 2011. Awalnya babi guling memang dijadikan sesaji pada upacara adat dan acara keagamaan.

Bahkan babi guling dalam keseharian ritual masyarakat Bali yang beragama Hindu pun telah menjadi kesepakatan tradisi yang diwariskan secara turun temurun dan berakar kuat.

Namun kini, babi guling menjadi menu makan sehari-hari. Bahkan banyak warung makan, restoran hingga hotel yang menyajikan menu babi guling.

Baca Juga: Babi Guling Enak Renyah Ada di 5 Warung Makan Ini

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(raf/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com