5 Fakta Bisnis Replika Makanan yang Bernilai 1,2 T di Jepang

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Senin, 16 Sep 2019 13:48 WIB
Halaman 3 dari 6
Foto: iStock/Istimewa

2. Diciptakan untuk memudahkan pengunjung
"Makan di luar bisa jadi tantangan bagi beberapa orang kala itu, jadi pemilik restoran melihat replika makanan sebagai cara untuk memudahkan pelanggan," kata Presiden Sanpuru Kubo, Katsuji Kaneyama. Perusahaan miliknya adalah salah satu perusahaan replika makanan di Gujo Hachiman yang produknya memenuhi 2/3 pasar domestik replika makanan.

Ia menekankan trik membuat replika makanan adalah menyeimbangkan antara realisme dan estetika. "Replika makanan yang terlihat paling lezat belum tentu yang paling realistis," katanya. Kaneyama lebih memilih polivinil klorida (PVC) dibanding lilin untuk bahan pembuatan replika makanan yang lebih awet. Sepuluh seniman replika makanan yang bekerja untuknya mampu menghasilkan 130.000 sampel per tahun.

Seiring perkembangan zaman, kini perusahaan replika makanan juga memanfaatkan teknologi printer 3D. Hanya saja hasilnya masih tidak lebih baik dibanding buatan tangan. "Ada sesuatu tentang bagaimana replika makanan buatan tangan terlihat dan terasa berbeda yang saya pikir tidak bisa dibuat di printer 3D," kata Kaneyama.

(adr/odi)