5 Fakta Bisnis Replika Makanan yang Bernilai 1,2 T di Jepang

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Senin, 16 Sep 2019 13:48 WIB
Halaman 2 dari 6
Foto: iStock/Istimewa

1. Kota dan 'Bapak Replika Makanan'
Di Jepang, replika makanan dikenal dengan nama shokuhin sampuru atau sampuru. Sampuru diambil dari kata dalam bahasa Inggris yaitu 'sample' yang berarti 'contoh'. Dikutip dari The Guardian (16/9), sampuru konon sudah ada hampir 1 abad di sana. Cerita bermula dari pembuatan sampuru di Gujo Hachiman.

Kota tersebut berlokasi diantara Osaka dan Tokyo. Kini Gujo Hachiman disebut-sebut sebagai rumah industri replika makanan di Jepang yang bernilai Rp 1,2 triliun. Tak hanya wilayahnya, ada sejarah soal sosok 'Bapak Replika Makanan' yang bernama Takizo Iwasaki.

Ia pertama kali terinspirasi membuat replika makanan dari lelehan lilin yang jatuh hingga menyerupai suatu bentuk di tatami rumahnya. Kemudian Iwasaki beride membuat replika makanan dan terus menyempurnakan teknik membuatnya dari lilin. Hingga jadilah replika omelet dan saus tomat yang mirip aslinya. Replika ini hadir di sebuah department store di Osaka tahun 1932. Nah, dari sinilah industri replika makanan hadir.

(adr/odi)