Sayur Bening hingga Ikan Bakar, Makanan Tradisional yang Jadi Favorit 5 Wakil Presiden RI

Dewi Anggraini - detikFood Kamis, 21 Feb 2019 19:50 WIB
Foto: Hasan Alhabsy Foto: Hasan Alhabsy
Jakarta - Tak hanya para Presiden Indonesia yang punya makanan favorit berbeda, para wakilnya pun sama. Berikut sajian favorit 5 Wakil Presiden RI yang tergolong sederhana.

Para Wakil Presiden Republik Indonesia ternyata memiliki selera yang hampir sama. Rata-rata penyuka sajian tradisional. Seperti Bung Hatta yang suka sajian khas Minang hingga Megawati yang doyan gado-gado serta ikan bakar khas Gianyar, Bali.

Berikut makanan yang disukai 5 Wakil Presiden Indonesia.

1. Bung Hatta

Sayur Bening hingga Ikan Bakar, Makanan Tradisional yang Jadi Favorit 5 Wakil Presiden RIFoto: Hasan Alhabsy

Tokoh penting dibalik kemerdekaan Indonesia sekaligus Wakil Presiden RI pertama ini merupakan sosok yang cerdas namun sederhana. Mohammad Hatta lahir pada tanggal 12 Agustus 1902 di Bukittinggi.

Sosok Bung Hatta sangatlah dihormati oleh Bung Karno. Bung Karno bahkan tidak ingin membacakan teks proklamasi jika Bung Hatta belum datang.

Sesuai kota kelahirannya, Bung Hatta amat menyukai sajian khas Minang seperti singgang ayam. Dikutip dari detikTravel, Bung Hatta juga menyukai gulai kari pakai acar yang dimasak oleh orang India kenalannya.

2. Megawati

Foto: Grandyos Zafna

Megawati Soekarno Putri merupakan Wakil Presiden RI ke-8. Usai Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mundur, barulah Megawati menjadi Presiden ke-5 RI.

Kabarnya, dulu Megawati dan Gus Dur kerap mampir ke salah satu rumah makan di wilayah Pancoran, Jakarta Selatan. Di sana, keduanya memilih untuk melahap gado-gado. Selain itu, Megawati juga menyukai ikan bakar khas Gianyar, Bali.

Untuk masakan rumahan, wanita yang lahir di Yogyakarta itu doyan masakan istri Ketua DPC PDIP Surakarta FX Hadi Rudyatmo. Seperti sayur lodeh, oseng-oseng daun pepaya, oseng-oseng ati ampela hingga bothok.


3. Hamzah Haz

Sayur Bening hingga Ikan Bakar, Makanan Tradisional yang Jadi Favorit 5 Wakil Presiden RIFoto: Grandyos Zafna

Hamzah Haz merupakan Wakil Presiden RI ke-9. Meski usianya tak lagi muda, Hamzah Haz agaknya punya tubuh yang bugar. Itu didapat lantaran pria kelahiran Ketapang itu rutin berolahraga.

"Olahraga saya berenang, kira-kira 6 kali dalam sebulan. Lalu jalan-jalan di sekitar kompleks, selama 1 jam 3 kali dalam seminggu," tutur Hamzah saat berbincang dengan detikcom di kediamaannya, Patra Kuningan, Jakarta Selatan (20/8/2015).

Soal pola makan, Hamzah Haz hanya mengonsumsi nasi satu porsi dalam sehari. Untuk lauknya, ia menyukai olahan ikan. "Makanan suka ikan, saya kan orang Kalimantan, ikan sembilang saya suka, macam ikan lele tapi di laut. Ada di Jakarta juga, enaknya luar biasa. Nggak digoreng, disayur, sayurnya namanya asam pedas," jelasnya.

4. Jusuf Kalla

Sayur Bening hingga Ikan Bakar, Makanan Tradisional yang Jadi Favorit 5 Wakil Presiden RIFoto: Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) (Noval-detikcom).

Nama Jusuf Kalla (JK) pasti sudah tak asing lagi. Pria yang lahir pada 15 Mei 1942 ini sudah dua kali menjabat sebagai Wakil Presiden RI.

Soal hidangan favorit, JK doyan sajian buatan sang istri terlebih sajian berbahan dasar ikan. Saat menjadi cawapres di Pilpres 2014. JK meminta sang istri untuk memasakan hidangan kesukaannya itu sebelum depat cawapres.

"Minta dimasakin, biasanya ikan," kata Mufidah saat ditanya persiapan suaminya menghadapi debat pada saat itu pada detikNews (29/6/2014).

5. Boediono

Sayur Bening hingga Ikan Bakar, Makanan Tradisional yang Jadi Favorit 5 Wakil Presiden RIFoto: Rusman/Setpres

Boediono menjadi Wakil Presiden RI di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2009 hingga 2014. Berdasarkan keterangan sang juru masak, Tumiyem atau yang akrab disapa 'Mbok', Boediono merupakan sosok yang sederhana.

Ia juga bukan pencinta sajian khas Italia ataupun khas Jepang, melainkan sajian tradisional yang sederhana. "Bapak sukanya sayur bening, sayur oyong sama lodeh. Tahu tempe Bapak sama Ibu juga suka," jelas perempuan asal Solo itu pada detikNews (11/8/2010).

(dwa/odi)