Kriuk! Ilmuwan Denmark Buat Keripik Ubur-ubur yang Renyah Menyehatkan

Dewi Anggraini - detikFood Kamis, 22 Feb 2018 11:30 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Kelompok ilmuwan Denmark membuat sebuah inovasi di bidang kuliner. Mereka membuat keripik ubur-ubur!

Sajian berbahan dasar ubur- ubur sudah populer di China. Sajian ini bertekstur kenyal dan sedikit basah. Sesuai dengan ciri-ciri ubur ubur. Tapi bagaimana kalau ubur-ubur dibuat renyah seperti keripik?

Dilansir Fox News (22/2), kelompok ilmuwan asal Denmark membuat teknik baru yang bisa mengubah ubur-ubur licin jadi keripik renyah. Biasanya, proses pembuatan keripik ubur-ubur butuh waktu lama. Karena ubur-uburnya dimarinasi dengan garam dan kalium selama berminggu-minggu.
Kriuk! Ilmuwan Denmark Buat Keripik Ubur-ubur yang Renyah MenyehatkanFoto: (Bonauli/detikTravel)
Baca Juga: Pil dari Ubur-ubur Ini Dipercaya Dapat Tingkatkan Memori

Tapi karena inovasi yang dibuat, prosesnya jadi lebih singkat. Hanya butuh beberapa hari saja.

"Kami menciptakan kripik ubur-ubur bertekstur renyah yang bisa jadi potensial gastronomi baru dengan menggunakan etanol, " ujar ahli postdoctoral di University of Southern Denmark bernama Mathias P. Clausen.

Para ilmuwan ini juga menyimpulkan kalau kerenyahan makanan mempengaruhi selera. Makanan renyah ternyata bisa meningkatkan selera makan.

Sebagian orang mungkin kurang menyukai hidangan berbahan dasar ubur-ubur. Alasannya karena punya tekstur yang kenyal. Oleh karena itu, keripik ubur-ubur renyah ini dinilai bisa meningkatkan selera makan.
Kriuk! Ilmuwan Denmark Buat Keripik Ubur-ubur yang Renyah MenyehatkanFoto: Istimewa
Selain mudah didapat, ubur-ubur ternyata menyehatkan tubuh. Berdasarkan keterangan para ilmuwan, ubur-ubur kaya akan vitamin B12, magnesium, fosfor, zat besi dan selenium.

Selain tepung serangga, pemanfaatan ubur-ubur bisa jadi alternatif bahan pangan yang persediaannya masih tersedia banyak di alam. Apalagi kini jumlah hasil laut sedang menurun.

Mengonsumsi ubur-ubur bisa jadi solusi terbaik.

Baca Juga: Atasi Kelaparan, Tim Peneliti Kanada Kembangkan Tepung Belalang (dvs/odi)