ADVERTISEMENT

Gado Gado Sultan ala Polewali Mandar yang Unik Racikannya

Abdy Febriady - detikFood
Senin, 07 Feb 2022 13:00 WIB
Gado Gado Sultan ala Polewali Mandar
Foto: detikFood/Abdy Febriady
Jakarta -

Kabupaten Polewali Mandar tidak hanya terkenal dengan keindahan panorama alamnya. Di sana juga ada racikan gado-gado istimewa bernama Gado-gado Sultan. Apa istimewanya?

Makanan khas Jawa berbahan utama lontong dengan topping sayuran dan siraman sambal kacang ini, dapat dijumpai di Warung Mbak Desi, Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo. Warung ini buka setiap hari, dari pagi hingga petang.

Sepintas terlihat tidak ada yang membedakan penyajian gado-gado sultan dengan gado-gado pada umumnya. Hanya saja untuk hidangan gado-gado sultan ini, diberi tambahan emping melinjo yang harganya cukup mahal.

"Terus kita pakai emping melinjo. Karena harganya juga di atas dari kerupuk lainnya, jadi kita beri nama gado-gado sultan," ungkap Desi sang pemilik warung kepada detikcom, Minggu siang (06/02/2022).

Gado Gado Sultan ala Polewali MandarGado Gado Sultan ala Polewali Mandar Foto: detikFood/Abdy Febriady

Selain itu, Desi juga mengatakan, gado-gado sultan buatannya memiliki cita rasa tersendiri, karena berpadu dengan gurihnya rasa peyek ikan teri.

"Terus kita pakai peyek ikan teri. Karena tiap hari mama bikin peyek ikan teri, jadi kita campur dengan emping melinjo," ujarnya.

Istimewanya lagi, lontong yang menjadi bahan utama gado-gado sultan ini, masih mengandalkan daun pisang sebagai pembungkus. Penggunaan daun pisang diakui tidak hanya lebih empuk tetapi membuat gado-gado sultan menjadi wangi hingga menggugah selera.

Gado Gado Sultan ala Polewali MandarGado Gado Sultan ala Polewali Mandar Foto: detikFood/Abdy Febriady

"Kita sengaja pakai lontong daun pisang, karena wangi, ada citarasa tersendiri. Walau daun pisang mulai sulit didapatkan, kita tetap berupaya mempertahankan citarasa dengan menggunakan daun pisang," tandas Desi.

Racikan gado-gado sultan ini terdiri dari potongan lontong yang besar, sayuran berupa kol, kacang panjang dan timun. Dilengkapi dengan telur rebus sebutir dan rempeyek teri ukuran sedang. Uniknya gado-gado tidak ditaburi bawang goreng tetapi bihun yang digoreng mengembang kering.

Salah satu pengunjung, Rizal mengaku ketagihan dengan ciri khas rasa dari gado-gado sultan ini. Bahkan diakui, dirinya hampir setiap hari menikmati gado-gado sultan.

Gado Gado Sultan ala Polewali MandarGado Gado Sultan ala Polewali Mandar Foto: detikFood/Abdy Febriady

"Saya lihat dari kuliner di warung makan mbak desi ini, menghasilkan kuliner tradisional yaitu gado-gado sultan. Menghasilkan lontong dari daun pisang, rasanya memberikan cita rasa tersendiri, apalagi dipadu dengan emping melinjo dan peyek ikan teri, itu warisan leluhur, diaplikasikan ke gado-gado sultan ini," pungkasnya.

Setidaknya dalam sehari, Desi sang pemilik warung mampu menjual ratusan porsi gado-gado sultan. Walau diberi nama gado-gado sultan, harga yang ditawarkan untuk menu yang satu ini relatif murah. Hanya Rp. 15.000 seporsi.

Kalau penasaran dengan rasanya, jangan lupa mampir saat berkunjung ke Polewali ya.



Simak Video "Ada Gado-gado Sultan di Polman, Apa yang Bikin Beda?"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/yms)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT