Kisah Nurul Bangun Usaha Roti Bakar demi Rawat Ortu yang Sedang Sakit

Dea Duta Aulia - detikFood Minggu, 09 Jan 2022 16:35 WIB
Roti Bakar Sobek KAMI Foto: Roti Bakar Sobek KAMI
Jakarta -

Sebagai seorang anak yang melihat orang tua terbaring sakit tentu akan membuat hati terasa sedih. Apalagi jika sakitnya membutuhkan perawatan khusus.

Sebagian besar anak tentu akan melakukan berbagai upaya agar orang tua kembali sehat. Hal itulah yang dirasakan dan dilakukan oleh Nurul Khamidatul Khasanah, pemilik UMKM Roti Bakar Sobek KAMI.

Sebelum menjalankan bisnis Roti Bakar Sobek KAMI, Nurul merupakan seorang karyawan yang bekerja di salah satu perusahaan. Namun, ia memutuskan untuk berhenti bekerja dan lebih memilih untuk mengurus orang tuanya yang sedang sakit.

"Awalnya karena orang tua sakit dan harus jaga orang tua, jadi keluar dari pekerjaan sebelumnya, keluar dari perusahaan," kata Nurul kepada detikcom.

Dari situ, ia lalu berpikir untuk membuat usaha Roti Bakar Sobek KAMI agar orang tuanya bisa dirawat dan keuangan tetap terjaga.

"Setelah beberapa saat dan juga karena tuntutan hidup untuk terus maju terpikir untuk membuat bisnis dan kebetulan adik aku ngasih ide bikin bisnis roti bakar," ujarnya.

Nurul bercerita saat pertama kali memulai bisnis tersebut tidaklah mudah. Sebab, ia harus mampu menciptakan resep agar roti bakarnya mampu memiliki cita rasa yang enak dan disukai oleh banyak orang.

"Sebenarnya aku suka roti bakar, tapi roti bakar yang biasanya banyak beredar atau roti bakar Bandung itu kalau didiemin lama jadi kering. Akhirnya terpikir bagaimana mendapatkan roti yang bisa empuknya tahan lama. Awal mulanya aku beli roti di pabrik, aku tes rasa hasilnya lumayan bagus, lalu setelah persiapan aku buka lah outlet roti bakar sekitar bulan April 2021," ungkap Nurul.

Meskipun telah mendapatkan bahan baku dasar yang ideal, permasalahan Nurul tidak berhenti sampai di situ. Sebulan setelah Roti Bakar Sobek KAMI berdiri, Nurul masih menghadapi sejumlah kendala yang berimbas merosotnya sejumlah pendapatan.

"Sebulan pertama masih lumayan karena bulan puasa juga, meskipun tak sebanyak yang diharapkan hasilnya. Karena Hari Raya libur lah pabrik rotinya, akhirnya outlet juga tutup, dan ngefek pada penjualan," jelasnya.

Dari permasalahan tersebut, akhirnya membuat Nurul harus menciptakan roti sendiri agar bisnisnya dapat terus berjalan. Permasalahan yang dihadapi Nurul saat menjalankan roda bisnis Roti Bakar Sobek KAMI tidak berhenti sampai di situ.

Nurul mengatakan Pandemi COVID-19 turut memberikan efek negatif pada bisnisnya. Menurutnya hal tersebut terjadi akibat dari pembatasan kegiatan masyarakat yang berimbas para jam buka toko yang menjadi lebih sebentar.

"Berdampak (Pandemi COVID-19), karena berkurangnya jam buka, dan orang-orang jadi lebih hemat," terangnya.

Meskipun begitu upayanya untuk bangkit dari beragam masalah terus dilakukan olehnya. Ia terus bersemangat untuk menjalankan roda bisnis Roti Bakar Sobek KAMI dengan menghadirkan sejumlah inovasi salah satunya yakni masuk ke dalam ekosistem digital.

"Semenjak pandemi Roti Bakar Sobek KAMI buka outlet offline maupun online," jelasnya.

Nurul mengakui dunia digital sangat memberikan manfaat bagi bisnisnya. Bahkan, ia mampu mendapatkan omzet Rp 2.600.000/bulan dan bisa menjual hingga 200 produk/bulan.

"Alhamdulillah sekarang sudah mulai merangkak naik," jelasnya.

Upaya yang dilakukan oleh Nurul tidak hanya berhenti sampai di situ. Ia juga mengikuti program pengembangan usaha 'Kembangkan Bisnis Kulinermu' dari detikcom bersama Kraft Heinz Food Service. Program tersebut sengaja digelar oleh detikcom dan Kraft Heinz Food Service untuk mendukung usaha kuliner Tanah Air agar bisa naik kelas.

"(Ikut 'Kembangkan Bisnis Kulinermu') Untuk belajar dari mereka yang sudah sukses di bidang kuliner dan semoga suksesnya nular," kata Nurul.

Saat mengikuti kegiatan tersebut, ia mengakui merasa senang dan mendapatkan banyak ilmu. Sebab Nurul bertemu banyak orang hebat di acara tersebut.

"Menyenangkan, apalagi bisa mengenal orang-orang hebat dan bisa belajar dari mereka," ujar Nurul.

Ia berharap ilmu yang didapatkan dari 'Kembangkan Bisnis Kulinermu' mampu diterapkan dengan baik dalam bisnisnya.

"Dapat mengaplikasikan ilmu yang sudah didapatkan dan semoga kami dapat terbantu dengan adanya program tersebut," tutupnya.



Simak Video "Manis Renyah Roti Bakar Pisang Santa yang Kekinian"
[Gambas:Video 20detik]
(ads/ads)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com