Jambu air dari Demak terkenal berkualitas karena manis enak. Penjualan jambu air Demak per tahun pun diduga mencapai angka fantastis, lebih dari Rp194 miliar!
Kabupaten Demak, Jawa Tengah selain terkenal sebagai kota wali juga terkenal memiliki tanaman pohon jambu airnya yang legit yang diminati banyak orang. Sejak awal mulanya ditanam sekitar tahun 1980-an, kini petani jambu air di Demak semakin banyak dan penjualan per tahunnya mencapai kumulatif Rp194,13 Miliar.
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan (Dinpertan), Heri Wuryanto, mengatakan jumlah petani di Demak pada tahun 2020 sekitar 7.160 orang. Sementara jumlah pohon jambu air sekitar 143 ribu pohon dengan luasan tanah sekitar 1.433 hektar.
"Kalau diasumsikan satu hektarnya lima orang saya hitung ada 7.160 orang (petani jambu air). Produktivitas untuk rata-rata jambu kita itu sekitar ada 137,4 kg per pohonnya. Kalau dihitung dalam setahun ada sekitar 14.993 ton, kita ambil rata rata misalnya harga perkilogram jambu (citra) Rp13 ribu. Itu sudah ada Rp194,13 mliliar dalam satu kali panen. Itu kumulatif produksi petani seluruh Demak," jelas Heri kepada detikcom melalui telepon, Rabu (2/6/2021).
Heri menjelaskan, jambu air dari Demak memiliki ciri khas tersendiri yang sudah dikenal di mana-mana. Ia menyebut misalnya saja jambu merah air delima ditanam di daerah lain pasti akan beda rasanya.
"Jadi ini memang sudah spesifik dan sudah terkenal, jadi memang kalau jambu air pasti dari Demak, kalau dari luar kan rasanya beda," imbuh Heri.
Selain itu Heri membenarkan bahwa saat ini jambu air di Demak sedang panen raya. Dirinya tidak memungkiri dengan terjadinya panen yang bersamaan membuat harga jambu air di Demak sedang turun.
Baca juga: 7 Manfaat Jambu Air untuk Kesehatan, Tingkatkan Imun hingga Cegah Sembelit
Simak Video "Jogja Coffee Week #3, Pestanya Pencinta Kopi Nusantara"
(dfl/adr)