Tiwul Labu Buatan Bu Nur Ini Lebih Legit dan Kaya Nutrisi

Dian Utoro Aji - detikFood Sabtu, 28 Nov 2020 11:00 WIB
Tiwul Labu Buatan Bu Nur Ini Lebih Legit dan Kaya Nutrisi Foto: detikcom / Dian Utoro Aji
Kudus -

Tiwul atau thiwul adalah makanan tradisional khas Jawa yang terbuat dari singkong. Namun tiwul di Kudus dibuat dari buah labu kuning yang kaya nutrisi.

Tiwul terbuat dari labu kuning bisa ditemui di rumah aneka olahan labu milik Nur Hayati warga Desa Bulung Cangkring, Kecamatan Jekulo, Kudus. Jaraknya dari pusat kota Kudus sekitar 10 km.

Di rumahnya ada tiga pekerja yang tengah sibuk membuat tiwul dari labu kuning dan aneka olahan lainnya yang terbuat dari labu. Labu yang digunakan jenis labu kuning/merah yang dicampur dengan tepung.

Baca Juga : Tiwul hingga Gatot, 5 Makanan Tradisional Pengganti Nasi yang Bikin Kenyang

Tiwul Labu Buatan Bu Nur Ini Lebih Legit dan Kaya NutrisiTiwul Labu Buatan Bu Nur Ini Lebih Legit dan Kaya Nutrisi Foto: detikcom / Dian Utoro Aji

Bu Nur mengatakan, awalnya menekui usaha olahan labu sejak tahun 2017 lalu. Mantan seorang guru TIK itu awalnya membuat berbagai macam jajanan. Namun hingga akhirnya membuat olahan aneka makanan dengan buah labu.

"Pertengahan 2017 lalu, saya mantan guru komputer, pernah pendidik. Ini sudah pernah ngajar pernah di dealer. Ini dari hobi memasak, kemudian ditekuni yang benar - benar fix. Awalnya jajanan sembarang. Seiring perjalanan waktu mengikuti pelatihan, mendapatkan materi sehingga menentukan pembuatan yang ada, membuat aneka olahan labu," kata Nur saat ditemui di Desa Bulung Cangkring Kecamatan Jekulo, Kamis (26/11/2020).

Nur mengatakan, bahwa tiwul yang dibuat ini terbilang berbeda. Karena menggunakan bahan buah labu. Kata dia buah labu itu dicampur dengan tepung mocaf. Sehingga rasa tiwul yang merupakan jajanan tradisional khas Jawa tidak hilang begitu saja.

Tiwul Labu Buatan Bu Nur Ini Lebih Legit dan Kaya NutrisiTiwul Labu Buatan Bu Nur Ini Lebih Legit dan Kaya Nutrisi Foto: detikcom / Dian Utoro Aji

"Tiwul itu ya, karena kita tepung labu dan tepung mocaf, tepung mocaf kan basic-nya dari singkong. Tetap ada ciri khasnya dari ketela tapi kita kombinasikan dengan tepung labu," ujar Nur.

"Jadi tiwul yang kekikian, karena bisa jadi referensi. Untuk saat ini kan eranya makanan jadul, makanan jadul tidak jadul banget. Tapi makanan yang kekinian. Sehingga akhirnya kita kemas dengan kemasan unik," sambung Nur.

Adapun cara pembuatannya, pertama labu dan tepung mocaf dicampur. Setelah itu kemudian ditambah gula dan dicetak. Saat dicetak campuran itu diberikan gula merah. Setelah itu dikukus selama 40 menit. Selanjutnya dikemas dilepas dari cetakan dan terakhir diberikan taburan kelapa.

Tiwul Labu Buatan Bu Nur Ini Lebih Legit dan Kaya NutrisiTiwul Labu Buatan Bu Nur Ini Lebih Legit dan Kaya Nutrisi Foto: detikcom / Dian Utoro Aji

"Pertama kita campur tepung labu sama tepung mocaf. Kita tambah gula, kita aduk dan kita cetak. Di dalam cetakan kita kasih gula merah. Terus atasnya dikasih adonan, kasih gula merah, kasih adonan lagi. Kemudian dikukus sekitar 40 menit. Terus kita kemas kita lepas dari cetakan, terus dikasih kelapa kukus biar tidak gampang basi," papar Nur.

Nur mengatakan selain itu juga ada keunikan dibungkusan tiwul labu. Karena bungkusan menggunakan keranjang yang berbahan bambu. Setiap satu keranjangnya berisi enam biji tiwul labu.

"Wadahnya, ini pakai besek mengurangi, kalau kita pakai mika kan mengurangi limbah juga. Terus ini juga memberdayakan perajin besek. Sehingga kita juga menggandeng untuk usaha UMKM nya," ujar Nur.

Setiap satu bungkus tiwul labu dipatok harga Rp 15 ribu. Hingga sudah ada banyak permintaan tiwul labu. Dari Kudus, Semarang, Jakarta, hingga ke Ternate.

Tiwul Labu Buatan Bu Nur Ini Lebih Legit dan Kaya NutrisiTiwul Labu Buatan Bu Nur Ini Lebih Legit dan Kaya Nutrisi Foto: detikcom / Dian Utoro Aji

"Isinya enam biji harganya Rp 15 ribu. permintaan dari yang banyak punya diabet (orang yang kena penyakit diabetes). Sampai Jakarta, Semarang, hingga Ternate," kata Nur.

Tidak hanya itu, kata Nur tiwul labu ternyata juga banyak mengandung nutisi yang menyehatkan. Baik untuk penderita diabetes karena kandungan betakolinnya tinggi.

"Soalnya orang tidak mencari makanan, tetapi juga makanan yang sehat. Itu salah satu target market saya," kata dia.

Sejauh ini untuk pemasaran kata dia dilakukan secara online. Baik menggunakan media sosial Facebook hingga Instagram. Selain tiwul labu dia juga menjualan aneka olahan makanan lain yang berbahan labu. Seperti brownies labu, stik labu, kue kering, tart dan aneka puding dawet labu.

Baca Juga : 5 Fakta Tiwul, Olahan Singkong Pengganti Nasi Favorit Masyarakat Jawa



Simak Video "Lagi Diet? Bisa Nikmati Penyetan hingga Kue Tiwul Kekinian"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com