×
Ad

Kuliner Betawi Autentik

Pecak Nila Warisan Keluarga Mpok Madam Laris Manis, Sehari Terjual 200 Ekor!

Riska Fitria - detikFood
Minggu, 21 Jun 2026 12:00 WIB
Foto: detikcom/Riska Fitria
Jakarta -

Berawal dari usaha katering, Mpok Madam sukses mengembangkan Warung Pecak Betawi Pinggir Kali. Pecak nila warisan keluarga jadi menu andalan yang laris diburu.

Warung Pecak Betawi Pinggir Kali jadi salah satu tempat makan yang ramai diburu pencinta kuliner Betawi. Bahkan sebelum buka, antrean pelanggan sudah terlihat mengular.

Di balik kesuksesannya ada sosok Mpok Ratih atau yang akrab disapa Mpok Madam. Perempuan ini mengembangkan usaha dari katering rumahan hingga memiliki warung makan sendiri.

Menu pecak nila warisan keluarga hingga ayam goreng sereh jadi andalan di sini. Dalam sehari, warungnya bahkan mampu menjual ratusan ekor ikan nila.

Berikut ini pengalaman detikFood saat mencicipi aneka menu di Warung Pecak Betawi Pinggir Kali:

1. Berawal dari Usaha Katering

Mpok Ratih atau Mpok Madam, pemilik Warung Pecak Betawi Pinggir Kali Foto: detikcom/Riska Fitria

Warung Pecak Betawi Pinggir Kali milik Mpok Ratih atau yang akrab disapa Mpok Madam sudah beroperasi sekitar dua tahun. Awalnya usaha ini hanya berjualan di area teras rumah.

Sebelum membuka warung, Mpok Madam lebih dulu menjalankan bisnis katering. Usaha katering tersebut juga menggunakan nama Catering Mpok Madam.

"Awalnya masih di teras. Mpok Madam sebenarnya sudah megang catering-catering," ujar Mpok Madam kepada detikFood (18/7).

Dari pelanggan katering, usahanya berkembang lewat promosi mulut ke mulut. Kini warungnya berada di tepat di depan rumahnya dengan pemandangan kali bersih. Lokasinya ada di Jalan Pos Pengumben Lama No 28, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

2. Sempat Berkarier di Farmasi selama 17 Tahun

Suasana di Warung Pecak Betawi Pinggir Kali Foto: detikcom/Riska Fitria

Tak banyak yang tahu, Mpok Madam pernah bekerja di bidang farmasi. Ia mengaku telah menekuni pekerjaan tersebut selama 17 tahun.

Di tengah kesibukan bekerja, ia juga membangun usaha katering. Bisnis kuliner itu sudah dijalankan sekitar 10 tahun sebelum membuka warung makan.

"Aku kerja di farmasi sudah 17 tahun. Tapi kalau untuk catering sudah ada 10 tahun," katanya. Pengalaman itu menjadi modal penting dalam mengembangkan usaha kuliner.



Simak Video "Kampung Pengrajin Budaya Condet Tawarkan Kuliner Khas Betawi Sejak 1953"


(raf/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork