Berawal dari usaha katering, Mpok Madam sukses mengembangkan Warung Pecak Betawi Pinggir Kali. Pecak nila warisan keluarga jadi menu andalan yang laris diburu.
Warung Pecak Betawi Pinggir Kali jadi salah satu tempat makan yang ramai diburu pencinta kuliner Betawi. Bahkan sebelum buka, antrean pelanggan sudah terlihat mengular.
Di balik kesuksesannya ada sosok Mpok Ratih atau yang akrab disapa Mpok Madam. Perempuan ini mengembangkan usaha dari katering rumahan hingga memiliki warung makan sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menu pecak nila warisan keluarga hingga ayam goreng sereh jadi andalan di sini. Dalam sehari, warungnya bahkan mampu menjual ratusan ekor ikan nila.
Berikut ini pengalaman detikFood saat mencicipi aneka menu di Warung Pecak Betawi Pinggir Kali:
1. Berawal dari Usaha Katering
Mpok Ratih atau Mpok Madam, pemilik Warung Pecak Betawi Pinggir Kali Foto: detikcom/Riska Fitria |
Warung Pecak Betawi Pinggir Kali milik Mpok Ratih atau yang akrab disapa Mpok Madam sudah beroperasi sekitar dua tahun. Awalnya usaha ini hanya berjualan di area teras rumah.
Sebelum membuka warung, Mpok Madam lebih dulu menjalankan bisnis katering. Usaha katering tersebut juga menggunakan nama Catering Mpok Madam.
"Awalnya masih di teras. Mpok Madam sebenarnya sudah megang catering-catering," ujar Mpok Madam kepada detikFood (18/7).
Dari pelanggan katering, usahanya berkembang lewat promosi mulut ke mulut. Kini warungnya berada di tepat di depan rumahnya dengan pemandangan kali bersih. Lokasinya ada di Jalan Pos Pengumben Lama No 28, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
2. Sempat Berkarier di Farmasi selama 17 Tahun
Suasana di Warung Pecak Betawi Pinggir Kali Foto: detikcom/Riska Fitria |
Tak banyak yang tahu, Mpok Madam pernah bekerja di bidang farmasi. Ia mengaku telah menekuni pekerjaan tersebut selama 17 tahun.
Di tengah kesibukan bekerja, ia juga membangun usaha katering. Bisnis kuliner itu sudah dijalankan sekitar 10 tahun sebelum membuka warung makan.
"Aku kerja di farmasi sudah 17 tahun. Tapi kalau untuk catering sudah ada 10 tahun," katanya. Pengalaman itu menjadi modal penting dalam mengembangkan usaha kuliner.
3. Pecak Nila Resep Warisan Keluarga jadi Menu Andalan
Pecak Nila yang jadi menu andalan. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Menu paling populer di Warung Pecak Betawi Pinggir Kali adalah pecak nila. Hidangan ini menjadi favorit banyak pelanggan yang datang setiap hari.
Menurut Mpok Madam, resep pecak tersebut merupakan warisan keluarga. Mengingat Mpok Madam merupakan kelahiran asli Betawi Rawa Belong. Racikan bumbu dan sambalnya dipertahankan agar cita rasanya tetap autentik.
"Pecaknya Pak Madam ini warisan dari almarhum orang tua. Jadi memang turun-temurun," ungkapnya. Tak heran jika menu ini menjadi andalan utama warungnya.
Pecak Nila di sini dibanderol Rp 40.000 per porsi. Ukuran ikannya besar dan kualitasnya fresh. Digoreng hingga bagian luarnya renyah, dan dagingnya terasa lembut.
Racikan pecaknya terasa gurih, asam, dan pedas. Rasa temu kuncinya dominan, sehingga memberikan sensasi segar di setiap suapan.
4. Ayam Goreng Sereh punya Racikan Rahasia
Paket ayam sereh yang gurih dan berempah. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Selain pecak nila, ayam goreng sereh juga banyak diburu pelanggan. Seporsinya dibanderol Rp 35.000 dengan kondimen komplet.
Mulai dari tahu, tempe, kol goreng, timun, dan sambal dadak. Menu ini disajikan kremesan yang terbuat dari sereh, sehingga menambah rasa gurih dan rempah yang segar.
Keistimewaannya terletak pada proses marinasi dan pengungkepan ayam. Mpok Madam menyebut teknik tersebut berbeda dari ayam goreng pada umumnya.
"Kalau ayam goreng kita pasti beda dari yang lain. Di cara pengungkepannya itu beda," katanya. Namun ia enggan membocorkan rahasia dapurnya.
5. Bisa Jual Ratusan Ekor Nila dalam Sehari
Jengkol cabe garam. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Ramainya pelanggan membuat penjualan pecak nila cukup fantastis. Dalam sehari, warung ini bisa menjual 150 hingga 200 ekor ikan nila.
Untuk ayam goreng sereh, jumlah yang terjual mencapai 50 hingga 80 ekor per hari. Sementara nasi yang dimasak mencapai 25 hingga 30 liter setiap harinya.
Untuk menu ikan dan seafood, Mpok Madam selalu beli yang fresh (masih dalam keadaan hidup). Bahkan ia beli langsung di Pasar Muara Angke.
Juku chili flakes. Foto: detikcom/Riska Fitria |
"Kalau untuk pecak nila sekitar 150 sampai 200 ekor. Nasi itu 25 liter sampai 30 liter satu hari," jelas Mpok Madam. Ia juga menyarankan datang sebelum pukul 14.00 karena banyak menu sudah habis.
Selain itu, ada menu lain yang tak kalah enak, seperti Kulit Cabe Garam seharga Rp 20.000, Jengkol Cabe Garam Rp 20.000, Pecak Bandeng Rp 40.000, dan Jukut Chili Flakes Rp 15.000.
Simak Video "Kampung Pengrajin Budaya Condet Tawarkan Kuliner Khas Betawi Sejak 1953"
[Gambas:Video 20detik] (raf/adr)







KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN