Bakso Hj. Yatmin: Enaknya Bakso dan Mie Ayam Ini Sudah Dikenal Sejak 1966

ADVERTISEMENT

Bakso Hj. Yatmin: Enaknya Bakso dan Mie Ayam Ini Sudah Dikenal Sejak 1966

Atiqa Rana - detikFood
Sabtu, 08 Okt 2022 11:30 WIB
4
"Warung bakso legendaris di Bekasi yang buka sejak tahun 1966. Menyediakan menu bakso dan mie ayam dengan tambahan telur rebus nikmat. Ada juga es teler segar." - odi
Bakso Hj.Yatmin
Foto: Detikcom / Atiqa Rana
Jakarta -

Di daerah Bekasi, ada bakso legendaris yang sudah buka sejak tahun 1966. Tak hanya bakso, ada juga menu mie ayam hingga es teler segar di sini

Banyak penjual bakso di daerah Bekasi. Mereka menawarkan bakso dengan keunikannya masing-masing. Tetapi, ada salah satu penjual bakso yang menjadi langganan banyak warga Bekasi. Bernama Bakso Hj.Yatmin yang dikenal sejak 56 tahun lalu.

Bakso legendaris ini banyak digemari karena rasa gurih kaldu dan baksonya yang tak berubah sejak dahulu. Bahkan. banyak pelanggan turun temurun yang setia datang ke warung bakso ini.

Meskipun warung Bakso Hj. Yatmin sudah buka lama, tetapi menu-menu yang ditawarkan selalu diperbaharui agar lebih bervariasi dan sesuai dengan perkembangan selera pelanggannya.

Di tempat ini, kamu bukan hanya bisa menikmati bakso dengan racikan autentik yang legendaris, tetapi juga bisa mencicipi mie ayam, soto, hingga es teler yang tak kalah menarik.

Nama Tempat MakanBakso H. Yatmin
AlamatJl. KH. Agus Salim No.29, RT.001/RW.005, Bekasi Jaya, Kec. Bekasi Tim., Kota Bks, Jawa Barat 17112
No Telp-
Jam Operasional10.00 WIB - 22.30 WIB
Estimasi HargaRp 10.000 - Rp 30.000
Tipe KulinerBakso dan Mie Ayam
Fasilitas
  • Akses Mudah
  • Tempat makan yang sangat luas
  • Tempat Parkir Luas
  • Musholla
  • Kamar Mandi

1. Berawal dari Bakso Gerobakan

bakso hj yatminSebelum populer seperti sekarang, pada tahun 1966, Hj.Yatmin selaku pemilik bakso ini hanya berjualan keliling dengan gerobaknya. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Sebelum populer seperti sekarang, pada tahun 1966, Hj.Yatmin selaku pemilik bakso ini hanya berjualan keliling dengan gerobaknya.

Sampai kesuksesan pun perlahan datang, Hj.Yatmin lalu bisa membuka gerai baksonya sendiri, termasuk gerai yang berada di Bekasi (Jl. KH Agus Salim) ini pada tahun 90an.

Sebenarnya, bakso ini awalnya dijual di Karawang. Salah satu pelayan yang sudah cukup lama bekerja di Bakso Hj.Yatmin pun bercerita bahwa Hj.Yatmin berasal dari Solo. Kemudian, ia merantau ke Karawang sampai akhirnya berjualan bakso hingga sukses seperti sekarang.

"Hj.Yatmin itu orang Solo asli, terus jualan bakso di Karawang, barulah ke Bekasi," pungkas pak Suprayanto.

Usaha yang cukup lama tersebut telah membuahkan hasil memuaskan. Bakso ini banyak disukai orang, hingga cabangnya pun tersebar di beberapa tempat.

Meskipun begitu, Hj.Yatmin hanya mengelola cabang yang berada di Jl.KH Agus Salim, Bekasi. Sementara beberapa cabang lainnya di Duren Jaya, Bekasi dan Karawang dikelola oleh anak-anaknya.

2.Bakso Disajikan dengan Telur Rebus

Bakso Hj.YatminBelum lama ini tambahan tahu tersebut diubah lagi jadi sebutir telur rebus. Di dalam setiap porsi bakso maupun mie ayam, akan dilengkapi juga dengan sebutir telur rebus. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Bakso Hj.Yatmin memang awalnya hanya menjual pilihan bakso urat dan bakso halus dengan pelengkap mie dan bihun.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, mereka pun membuat inovasi agar menu baksonya tidak membosankan. Sebelumnya, warung ini pernah menambahkan tahu dalam racikan baksonya.

Belum lama ini tambahan tahu tersebut diubah lagi jadi sebutir telur rebus. Di dalam setiap porsi bakso maupun mie ayam, akan dilengkapi juga dengan sebutir telur rebus.

Detikfood mencicipi 2 menu bakso andalan warung bakso ini, Bakso Urat Mie Campur (Rp 20.000), dan Bakso Biasa Mie Campur (Rp 20.000).

Kedua bakso ini memiliki isian yang cukup mirip. Beberapa butir bakso, bihun dan kuning, dan sawi. Yang membedakan hanya ukuran baksonya saja.

Jika bakso urat, dalam satu porsi akan dihidangkan 2 bakso biasa berukuran kecil dan satu bakso urat besar. Sementara satu porsi bakso halus hanya disajikan dengan 5 buah bakso halus saja.

Saat digigit baksonya yang berwarna kecokelatan terasa renyah dengan rasa daging yang kuat, terutama pada bakso uratnya. Meskipun berurat, tetapi bakso ini tidak akan sulit ketika dikunyah.

Kuah baksonya gurih sedap yang ringan dan tidak terlalu asin. Dengan rasa kuah yang tidak terlalu gurih membuat pelanggan bisa meracik kembali rasa kuah sesuai selera.

Semua bakso di warung makan ini dibuat homemade. Salah satu pegawainya mengungkap bahwa mereka sehari bisa membuat bakso besar 100 butir dan bakso kecil 50 butir. Biasanya bakso ini akan dibuat setiap tiga hari sekali.

"Kalau untuk kiloannya ngga tau. Tapi setiap tiga hari sekali bisa bikin bakso yang besar itu 100, kalau yang kecil 50," pungkasnya kepada detikfood.



Simak Video "Bikin Laper: Makan Bakso Legendaris dan Enak"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT