ADVERTISEMENT

Segar Gurih Gado-gado

Gado-gado Siram Bon Bin Populer Sejak 1960, Favorit Mendiang Tjahjo Kumolo

Andi Annisa Dwi R - detikFood
Minggu, 03 Jul 2022 12:00 WIB
Gado-gado Siram Bon Bin Populer Sejak 1960, Favorit Mendiang Tjahjo Kumolo
Foto: Andi Annisa DR/detikfood
Jakarta -

Gado-gado legendaris di kawasan Cikini, Jakarta Pusat ini adalah favorit mendiang Tjahjo Kumolo. Berdiri sejak 1960, kelezatan gado-gado siram di sini tak lekang oleh waktu.

Beberapa penjual gado-gado di Jakarta terkenal legendaris karena sudah bertahan sejak puluhan tahun lalu. Salah satunya Gado-gado Bon Bin yang didirikan tahun 1960.

Nama 'Bon Bin' penuh sejarah karena diambil dari nama kebun binatang Bon Bin yang dulunya menempati area Taman Ismail Marzuki (TIM) sekarang. Lokasi ini tak jauh dari tempat Gado-gado Bon Bin dijual.

Kamu bisa menyambangi rumah makan Gado-gado Bon Bin di Jalan Cikini IV Nomor 5. Bangunannya mudah dikenali karena masih kental dengan nuansa klasik tempo dulu.

Rujak dan es cendol jadi menu awal Gado-gado Bon Bin

Gado-gado Siram Bon Bin Populer Sejak 1960, Favorit Mendiang Tjahjo KumoloGado-gado Bon Bin sejak 1960 jadi salah satu gado-gado legendaris di Jakarta. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Ditemui detikfood (19/6), Hadi Lingga Wijaya yang merupakan generasi kedua penjual Gado-gado Bon Bin mengisahkan sejarah usaha keluarganya. Diawali dari sang ibu, Lanny yang membuka usaha rujak hingga es cendol.

"Ibu dulu mula-mula jualan rujak buah, tapi rujak buah kan (buahnya) musiman. Akhirnya nggak ada rujak, nggak bikin," kata Hadi.

Selain rujak, Lanny juga menjual minuman segar untuk menjaring para pembeli yang mayoritas adalah pegawai Departemen Agama Jakarta Pusat. Hal ini karena posisi kantor tersebut pada zaman itu, dekat dengan Gado-gado Bon Bin.

Mulai dari limun, sarsaparilla, hingga es cendol tersaji di sini. Tapi lambat laun, para pembeli setia ibu Lanny menginginkan menu yang lebih mengenyangkan. Akhirnya Lanny putuskan menjual gado-gado siram khas Jakarta.

Racikan gado-gado unik yang bumbunya disiram

Gado-gado Siram Bon Bin Populer Sejak 1960, Favorit Mendiang Tjahjo KumoloGado-gado Bon Bin menawarkan racikan gado-gado siram yang bumbunya kental gurih dan sedikit asam. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Berbeda dengan gado-gado ulek yang bumbu kacangnya perlu diulek dulu sebelum disajikan, pada gado-gado siram, penjual tinggal menyirami bumbu kacang ke atas sayur. Biasanya teksturnya lebih kental dan halus dibanding bumbu kacang gado-gado ulek.

Menurut Hadi, sang ibu menceritakan gado-gado siram sudah ada sejak zaman dahulu di Jakarta. "Dulu ibu bilang gado-gado siram dijual oleh penjual pikulan secara berkeliling, tapi harganya mahal," kata pria 69 tahun ini.

Sang ibu yang menyukai cita rasa gado-gado siram itu lantas membuat sendiri gado-gado siram versi dirinya. Berbekal kegemarannya akan kuliner dan kemampuan yang mumpuni dalam masak, akhirnya terciptalah gado-gado siram ala Gado-gado Bon Bin.

Proses pembuatan bumbu gado-gado ini dulunya sangat memakan waktu karena kacang harus ditumbuk manual pakai tangan, tapi kini diakui Hadi, pihaknya memakai mesin penghalus yang canggih.

Teknologi modern ini bukan hanya menyingkat waktu masak, tapi justru juga membuat kualitas bumbu gado-gado mereka lebih konsisten. Hal ini karena kehalusan bumbu kacang bakal lebih seragam.

Pun untuk mesin penyangrai kacang yang dipakai kini. Menurut Hadi, mesin ini memastikan tingkat kematangan kacang sama antar bulirnya hingga lebih dari 90%.

Kacangnya disangrai dan pakai cuka aren

Gado-gado Siram Bon Bin Populer Sejak 1960, Favorit Mendiang Tjahjo KumoloPenampakan sepiring Gado-gado Bon Bin dengan pelengkap kerupuk udang dan emping. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Hadi menekankan ciri khas gado-gado siram Bon Bin adalah kacang tanahnya hanya disangrai, tidak digoreng. Kacang tanah lalu dicampur bersama bumbu gado-gado lain, termasuk cuka aren.

Penambahan cuka inilah yang lantas membuat cita rasa Gado-gado Bon Bin unik. Ada sedikit rasa asam yang menyegarkan. Sekilas mengingatkan kami akan bumbu asinan sayur Betawi.

"Bumbu gado-gado ini dimasak, tapi nggak pakai santan seperti gado-gado siram Surabaya. Karena sudah matang, bumbu ini bisa tahan sampai seharian tanpa disimpan di kulkas. Tidak basi," kata Hadi.

Isian gado-gado ini lengkap. Sayurannya ada kacang panjang, kol, toge, dan bayam. "Banyak juga orang bilang biasanya gado-gado pakai kangkung, kalau kita enggak. Dari pertama memang pakainya bayam," katanya.

Lalu ada penambahan irisan kentang, tahu, dan telur rebus. Bisa juga tambah lontong. Harga per porsi gado-gado saja Rp 44.000, sedangkan dengan lontong Rp 48.400.

Gado-gado Bon Bin jadi favorit mendiang Tjahjo Kumolo. Baca informasinya di halaman selanjutnya.



Simak Video "Bikin Laper: Icip-icip Lontong Kikil, Rujak Cingur dan Rawon"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT