Asupan air putih selama bulan ramadan perlu diperhatikan. Supaya tubuh tetap terhidrasi seharian saat berpuasa, ikuti anjuran minum air putih ini.
Puasa ramadan menjadi praktik spiritual yang sangat bermakna. Rangkaian ibadah ini mengharuskan masyarakat muslim untuk tidak mengonsumsi makanan, minuman, atau melakukan hal dilarang lainnya mulai dari subuh hingga waktu magrib tiba.
Namun, tubuh yang berjam-jam kosong tanpa diisi makanan dan minuman cenderung rentan terhadap dehidrasi, kelelahan, sakit kepala, hingga energi yang rendah.
Oleh karena itu, asupan air putih penting untuk diperhatikan selama ramadan. Beberapa orang mungkin terlalu sedikit minum air putih, tetapi sebagian yang lain justru minum terlalu banyak sekaligus saat berbuka.
Kedua hal ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan. Hidrasi yang tepat ketika sahur dan berbuka merupakan kunci penting untuk menjaga kesehatan dan energi sepanjang periode puasa.
Supaya tubuh tetap terhidrasi selama berpuasa, perhatikan anjuran minum air putih ini, seperti yang dilansir dari onlymyhealth.com (19/2).
1. Hidrasi sangat penting selama bulan puasa
Ahli gizi Aditi Prasad menjelaskan, selama ramadan seseorang berpuasa dalam jangka waktu lama. Hal ini menimbulkan kebutuhan untuk menjaga hidrasi dengan baik agar terhindar dari dehidrasi. Pasalnya tubuh yang mengalami dehidrasi dapat memengaruhi konsentrasi, stamina fisik, suasana hati, sampai pencernaan.
Oleh karena itu, hidrasi dengan cara minum air putih yang benar menjadi sangat penting. Hal ini dapat membantu menjaga tingkat energi, mendukung pencernaan, dan mencegah masalah umum, seperti pusing, lemas, dan mulut kering.
2. Takaran minum air putih saat sahur dan berbuka
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) orang dewasa setidaknya harus minum 8 sampai 10 gelas air setiap hari atau sekitar 2 hingga 2,5 liter.
Selama berpuasa, anjuran tersebut tetap sama hanya perlu dibagi antara waktu berbuka dan sahur. Ahli Aditi juga menekankan kalau lebih baik minum air putih dalam jumlah terkontrol daripada minum dalam jumlah besar sekaligus.
Kamu bisa menyeruput air putih secara bertahap. Hal ini memungkinkan tubuh menyerap cairan dengan lebih efektif dan mencegah kembung serta rasa tidak nyaman.
Pola yang bisa dilakukan yaitu mengawali buka puasa dengan 1 hingga 2 gelas air. Lalu lanjut minum air putih sekitar 150 ml setiap 30 sampai 60 menit seterusnya.
Ketika sahur, kamu bisa minum 2 sampai 3 gelas air putih. Asupan yang stabil bisa menjaga hidrasi selama berjam-jam puasa.
3. Tips hidrasi saat sahur dan berbuka
Berbuka puasa dengan benar dapat membuat perbedaan besar sepanjang malam dan keesokan harinya.
Ahli Aditi menyarankan untuk mengawali buka puasa dengan minum 1 sampai 2 gelas bersamaan dengan makan kurma dan makanan ringan yang tidak digoreng.
Ia juga menyarankan menghindari minuman kafein, seperti teh, kopi, atau minuman soda yang bersifat diuretik dan akhirnya meningkatkan kehilangan cairan tubuh.
Minuman manis juga perlu dibatasi karena dapat memicu lonjakan gula darah tiba-tiba yang membuat seseorang lebih cepat lelah.
Pilihlah makanan dan minuman yang menawarkan hidrasi baik. Mulai dari air putih, air kelapa secukupnya, air lemon tanpa gula, hingga sup bening.
Simak Video "Lezatnya Produk UMKM di Bumi Pandalungan"
(aqr/adr)