Waktu sahur menjadi momen penting untuk menyiapkan energi sebelum berpuasa. Lebih dari sekadar makan, sahur juga sarat nilai ibadah.
Rasulullah SAW memberi teladan tentang cara sahur yang baik dan penuh keberkahan. Adab ini bisa menjadi panduan agar puasa terasa lebih ringan.
Mulai dari waktu makan hingga jenis menu, semuanya diatur dengan bijak. Sunnah sahur ini patut diterapkan agar manfaatnya optimal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut 5 adab-adab sahur sesuai dengan teladan Nabi Muhammad SAW:
1. Tidak Melewatkan Waktu Sahur
Nabi Muhammad SAW menganjurkan tidak melewatkan waku sahur. Foto: iStock |
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk tidak meninggalkan sahur. Waktu makan ini menyimpan banyak keberkahan dan pahala bagi yang menjalankannya.
Dalam hadits, Nabi SAW bersabda bahwa sahur adalah anugerah dari Allah SWT. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak melewatkannya.
"Sesungguhnya makan sahur adalah berkah yang Allah berikan kepada kalian, maka janganlah kalian tinggalkan," (HR An Nasaa`i dan Ahmad).
2. Makan Di Akhir Waktu Sahur
Nabi Muhammad SAW menganjurkan sahur dilakukan mendekati waktu subuh. Cara ini membantu tubuh kenyang lebih lama saat berpuasa.
Dalam hadits disebutkan, Nabi Muhammad SAW makan sahur lalu menunaikan salat. Jarak antara sahur dan azan subuh sekitar waktu membaca 50 ayat Al-Qur'an.
"Kami makan sahur bersama Nabi Muhammad SAW kemudian beliau salat. Aku tanyakan (kata Anas): Berapa lama jarak antara adzan dan sahur? Kemudian Nabi menjawab, "Kira-kira 50 ayat membaca Al-Qur'an," (HR Bukhari Muslim).
3. Tidak Makan Berlebihan
Tidak makan berlebihan saat sahur. Foto: iStock |
Banyak orang mengira sahur harus makan banyak agar kuat puasa seharian. Namun, Nabi Muhammad SAW justru menganjurkan agar tidak berlebihan saat sahur.
Anjuran ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an. Umat Islam diperintahkan makan dan minum secukupnya, tanpa berlebihan.
Dalam QS Al-A'raf ayat 31 disebutkan bahwa Allah tidak menyukai sikap berlebih-lebihan. Sahur secukupnya lebih baik bagi tubuh dan ibadah.
4. Konsumsi 3 Buah Kurma
Kurma dianjurkan sebagai menu utama saat sahur dan berbuka. Rasulullah SAW disebut biasa mengonsumsi tiga butir kurma saat sahur.
Dalam hadits dijelaskan, kurma menjadi pilihan terbaik untuk sahur bagi seorang mukmin. Anjuran ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Hibban, dan Baihaqi.
"Sebaik-baiknya sahurnya seorang mukmin adalah kurma," (HR Abu Dawud, Ibnu Hibban, Baihaqi).
5. Tidak Tidur setelah Sahur
Tidak tidur setelah sahur. Foto: Getty Images/PonyWang |
Rasulullah SAW tidak langsung tidur setelah sahur. Waktu tersebut diisi dengan salat, zikir, dan ibadah hingga terbit matahari.
Nabi menjelaskan bahwa tidur selepas sahur dapat mengurangi rezeki. Justru selepas sahur menjadi waktu terbukanya pintu rezeki.
Pada waktu itu, Rasulullah SAW memanjatkan doa agar umatnya diberkahi. Doa ini memohon kebaikan di waktu pagi hari.
Simak Video "Video: Jangan Lupa Makan Sayur Buah Saat Sahur untuk Tahan Lapar!"
[Gambas:Video 20detik] (raf/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN