×
Ad

Kue Lebaran Favorit

Baking Powder Bisa Diganti Baking Soda? Ini Penjelasan Chef Yongki

Atiqa Rana - detikFood
Jumat, 13 Mar 2026 15:30 WIB
Foto: Detikcom / iStock
Jakarta -

Baking powder merupakan salah satu bahan yang kerap digunakan dalam pembuatan kue. Fungsinya sebagai agen pengembang. Namun apakah penggunaannya bisa diganti ke soda kue?

Selain telur atau tepung, pembuatan kue juga biasa melibatkan tambahan bahan seperti baking powder. Bahan ini digunakan sebagai agen pengembang untuk menghasilkan kue yang ringan, lembut, bervolume, dan tidak padat.

Namun masih banyak yang suka keliru terkait perbedaan baking powder dan baking soda atau soda kue. Beberapa akhirnya bukan menggunakan baking powder dalam resep, melainkan soda kue.

Ada juga yang mungkin tidak menemukan atau tidak punya baking powder di rumah akhirnya memilih untuk menggantinya ke soda kue.

Lantas, apakah penggunaan soda kue bisa menggantikan baking powder? Untuk mengetahui hal ini secara jelas, simak penjelasan dari chef profesional, chef Yongki Gunawan.

1. Mengenal baking powder

Baking powder terbuat dari ragi kimiawi untuk mengembangkan adonan. Foto: Getty Images/iStockphoto/new look casting

Baking powder merupakan ragi kimiawi yang umum digunakan dalam resep kue dan roti. Tujuan utamanya untuk mengembangkan adonan, sehingga hasil akhir kue atau roti lebih ringan, lembut, dan bervolume.

Dari sisi ilmiah, baking powder bisa diartikan sebagai bahan hasil campuran beberapa komponen penting. Bahan ini bekerja dengan melepaskan gas karbon dioksida saat bereaksi dengan cairan dan panas, kemudian membentuk gelembung kecil di dalam adonan yang membuat adonan akhirnya naik atau mengembang.

2. Komposisi kimia baking powder

Dilansir dari halodoc.com (2/3), baking powder terdiri dari beberapa komponen utama. Mulai dari basa (Natrium Bikarbonat) yang menjadi komponen utama. Natrium bikarbonat ini membutuhkan asam untuk bereaksi dan melepaskan karbon dioksida.

Komponen lainnya adalah asam kering yang bisa berupa cream of tar-tar atau kalium bitartrat, sodium aluminium sulfat, atau monoklasium olat. Asam ini berfungsi untuk bereaksi dengan natrium bikarbonat saat terkena kelembapan.

Satu lagi adalah pati atau maizena yang ditambah sebagai penstabil. Bahan ini berfungsi menjaga komponen basa dan asa tetap terpisah dan kering, hingga mencegah reaksi prematur saat disimpan. Pati juga dapat mentasbilkan gas karbon dioksidan yang terbentuk.




(aqr/adr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork