Membeli takjil sebaiknya tak sembarangan. BPOM RI menemukan beberapa takjil dengan kandungan berbahaya. Pilih takjil yang PAS sesuai anjuran BPOM RI.
Menjelang waktu berbuka, berbagai penjaja makanan menawarkan aneka takjil menggoda, mulai dari gorengan, kolak, es buah, hingga aneka kue tradisional. Meski terlihat lezat, masyarakat tetap perlu berhati-hati dalam memilih takjil agar makanan yang dikonsumsi tidak menimbulkan masalah kesehatan.
Pasalnya, pengawasan pangan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih menemukan sejumlah takjil yang mengandung bahan berbahaya. Dari ribuan sampel makanan yang diperiksa, sebagian di antaranya terindikasi mengandung formalin, boraks, hingga pewarna tekstil seperti rhodamin B yang berisiko bagi kesehatan.
Kandungan tersebut tentu bukan termasuk bahan yang aman jika tertelan melalui makanan, apalagi dalam jumlah yang banyak. Dilansir dari laman resmi Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), membeli takjil harus memilih yang PAS atau Pangan Aman Gizi Seimbang.
Berikut 5 tips memilih takjil yang PAS dari BPOM:
1. Beli Pangan di Tempat yang Bersih
Kebersihan tempat berjualan menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan kualitas makanan. Pilihlah pedagang yang menjajakan makanan di lokasi yang bersih, tidak dekat dengan tempat sampah, saluran air kotor, atau jalan yang penuh debu.
Lingkungan yang kotor dapat menjadi sumber kontaminasi berbagai bakteri dan kuman yang berbahaya bagi kesehatan. Jika makanan dibiarkan terbuka di tempat yang berdebu atau banyak lalat, risiko terjadinya pencemaran makanan menjadi lebih tinggi.
2. Beli Pangan dari Penjual yang Sehat dan Bersih
Selain tempat berjualan, kondisi penjual juga penting diperhatikan. Pedagang yang menjaga kebersihan diri biasanya menggunakan sarung tangan, penutup kepala, atau minimal mencuci tangan sebelum memegang makanan.
Penjual yang tampak sehat dan menjaga kebersihan cenderung lebih memperhatikan keamanan pangan yang dijual. Sebaliknya, jika penjual terlihat kurang higienis atau menangani uang dan makanan tanpa mencuci tangan, sebaiknya lebih berhati-hati.
Simak Video "Video Top 5: Label Nutri-Level Dirilis hingga D4vd Ditangkap soal Pembunuhan"
(dfl/adr)