Saat buka puasa, tidak jarang makanan akan tersisa. Sisa makanan ini boleh disimpan, asalkan mengikuti beberapa aturan agar tetap aman dikonsumsi.
Bulan ramadan identik dengan aneka hidangan lezat saat berbuka puasa dan sahur. Mulai dari olahan daging, ayam, hingga aneka takjil manis, semuanya tersaji menggugah selera setelah seharian menahan lapar dan haus.
Namun menu buka puasa tak selalu habis dalam satu waktu. Banyak orang menyimpan sisa makanan buka puasa untuk disantap saat sahur atau pada hari berikutnya.
Ternyata ada beberapa hal yang seharusnya diperhatikan sebelum menyimpan sisa menu buka puasa agar tetap aman dikonsumsi. Dilansir dari Food Safety and Inspection Service, United States Department of Agriculture (FSIS USDA), ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menyimpan sisa hidangan buka puasa.
Berikut 5 cara yang menyimpan sisa makanan buka puasa dengan benar:
1. Masak dengan Suhu yang Benar
Salah satu prinsip terpenting dalam keamanan pangan adalah memastikan bahwa makanan dimasak hingga mencapai suhu internal yang aman. Jika memungkinkan, gunakan termometer untuk mengukur suhu di dalam makanan yang sedang dimasak.
Contohnya, daging sapi atau kambing potong utuh dianjurkan mencapai 145°F (±63°C), daging cincang mencapai 160°F (±71°C), dan semua jenis unggas (whole atau ground) mencapai 165°F (±74°C). Semua produk unggas (ayam, kalkun), baik utuh maupun giling dimasak minimal mencapai suhu 165°F (±74°C).
Memasak makanan sampai suhu aman tidak hanya membuatnya lezat, tapi juga memastikan bahaya mikroorganisme seperti Salmonella atau E. coli mati sebelum disajikan kepada keluarga dan tamu.
2. Sesuaikan Penyimpanannya
Ketika jam berbuka tiba, hidangan mungkin sudah menunggu di meja cukup lama. Tips dari FSIS USDA adalah menjaga makanan tetap berada pada suhu aman agar bakteri tidak berkembang.
Makanan dingin harus dijaga pada suhu ≤ 40°F (±4°C), misalnya, dengan menempatkan di atas mangkuk berisi es. Bisa juga dengan menyimpannya terlebih dahulu di dalam kulkas dan baru dihidangkan beberapa menit sebelum waktu berbuka tiba.
Makanan panas idealnya dijaga pada suhu ≥ 140°F (±60°C), misalnya menggunakan oven yang sudah dipanaskan atau slow cooker. Menjaga suhu ini membantu mencegah makanan memasuki apa yang disebut sebagai Danger Zone, yaitu rentang suhu antara 40°F hingga 140°F di mana bakteri berbahaya dapat berkembang pesat.
(dfl/dfl)