Pasta yang ditawarkan oleh Mba Pasta SCBD viral karena rasanya enak. Berawal dari hobi masak, kini pasta yang ia jual bisa laku lebih dari 200 porsi per hari!
Cita rasa familiar dan praktis membuat pasta jadi makanan yang digemari orang Indonesia. Namun biasanya pasta yang enak hanya bisa ditemukan di restoran-restoran besar. Harganya juga cenderung mahal dan seringkali tidak sepadan dengan porsinya.
Belakangan ini ada sebuah pasta yang tengah menarik perhatian banyak orang. Pasta tersebut ditawarkan oleh UMKM rumahan yaitu Mba Pasta SCBD. Meski rumahan, pasta yang ditawarkan olehnya dianggap enak dan sepadan harganya.
Menu yang ditawarkan memang tidak begitu banyak. Penyajian pastanya juga sederhana saja. Namun daya tariknya datang dari racikan saus nikmat, porsi melimpah, dan harga terjangkau.
Kisah di balik kesuksesan jualan pasta ini juga tak kalah menarik untuk didengar karena Mba Pasta memulai usahanya dari sekadar 'hobi'.
1. Berawal dari kecintaan akan pasta
Arinda Agusti merupakan sosok di balik Mba Pasta SCBD. Nama tersebut mencerminkan dirinya yang dulu merupakan karyawan kantoran di kawasan SCBD dan memutuskan untuk jualan pasta.
Kepada detikFood (30/4), Arinda mengungkap dirinya tidak pernah ikut kursus memasak. Namun, memang dasarnya suka makan pasta. Lalu ia berkreasi mencoba resep sendiri.
"Akhirnya aku dapat best recipe versi aku dan ternyata pas aku cobain ke teman-teman, mereka suka, dan pada beli gitu," ujarnya.
2. Memanfaatkan media sosial
Arinda jualan pasta sejak 2022. Ia pun awalnya hanya menawarkan pasta ke teman-teman kantor. Lalu pada pertengahan 2025, Arinda memutuskan mengambil footage video jualannya dan mengunggahnya ke media sosial.
"Ternyata banyak yang penasaran. Lama kelamaan, semenjak aku kenalin ke sosial media, ternyata pada suka," ujar Arinda.
Awalnya Arinda hanya menjual pastanya seminggu tiga kali. Lalu lama kelamaan menjadi hampir setiap hari.
Porsi yang ia siapkan dulu dan sekarang juga berbeda. Dulunya ia hanya menyiapkan sekitar 50 porsi, tetapi meningkat 200 sampai 400 porsi sehari. Terutama jika sedang ikut bazar, pesanan pasta yang Arinda siapkan akan lebih banyak.
"Dalam satu hari tuh pastaku awalnya 50 per porsi. Sekarang udah 250 porsi. Bahkan kalau misalnya lagi ada yang borong tuh ya bisa jadi ada 300-400 porsi per hari," pungkasnya.
3. Dari pegawai SCBD jadi penjual pasta
Arinda tidak menyangka bisa sampai ke titik menjual pasta seperti ini. Kini sosok Mba Pasta SCBD itu juga sudah resign dari kantor sebelumnya untuk fokus berjualan pasta.
"Semenjak melihat progressnya Mba pasta yang signifikan gitu, jadi aku coba untuk fokus sekarang fully bekerja sebagai Mba Pasta SCBD," jelas Arinda.
4. Diserbu pelanggan di bazar offline
Mba Pasta SCBD saat ini hanya menawarkan sistem pembelian online atau pre-order. Nantinya jika pasta sudah siap, pelanggan bisa mengambil di titik drop off yang sudah ditentukan.
Tetapi jika memang sedang ikut bazar offline, pelanggan bisa membelinya langsung di tempat. Kebetulan di tanggal 29-30 April lalu, Mba Pasta SCBD sedang membuka bazar offline di gedung Grha Pertamina, Jakarta Pusat.
Dalam event tersebut, Arinda tidak menyangka antusiasme pelanggan sangat besar. Awalnya dia juga hanya menyiapkan 50 porsi. Tetapi rupanya sudah banyak pelanggan antre bahkan sebelum Arinda membuka stan.
Akhirnya ia meningkatkan kuantitasnya menjadi 200 porsi per hari. Setiap pelanggan juga dibatasi pembeliannya agar pelanggan lain yang sudah meluangkan waktu untuk antre masih bisa kebagian.
(aqr/adr)