×
Ad

Adu Rasa Nastar Rp 100 Ribuan dari 3 Bakery Populer, Begini Rasanya!

Atiqa Rana - detikFood
Jumat, 13 Mar 2026 17:00 WIB
Foto: Detikcom / Atiqa Rana
Jakarta -

Nastar menjadi salah satu kue yang kerap hadir dalam momen lebaran. Kue ini pun bisa ditemukan di beberapa bakery populer. Namun bagaimana rasanya?

Kue kering selalu melengkapi perayaan Idul Fitri di Indonesia. Tak sekadar menjadi camilan di hari raya, tetapi kehadiran kue ini juga merupakan bagian dari tradisi serta simbol kebersamaan.

Ada banyak kue kering yang bisa dinikmati selama lebaran, tetapi salah satu yang paling populer adalah nastar. Sejak dulu sampai sekarang nastar selalu digemari banyak masyarakat Indonesia.

Kue ini umumnya berbentuk bulat dengan isian selai nanas. Rasanya manis sedikit asam dan ketika dimakan lumer di mulut.

Sebenarnya kue kering ini bukan asli Indonesia, melainkan adaptasi dari kue pai khas Belanda yang menggunakan isian selai blueberry, apel, atau stroberi.

Ketika masa penjajahan, orang Belanda membawa resep pai tersebut ke Indonesia. Tetapi padamasa itu, bahan, seperti stroberi, apel, dan blueberu cukup sulit ditemukan di Indonesia. Sebagai alternatif, nanas akhirnya dipilih karena mudah ditemukan, lapor manunggalperkasa.co.id (9/3).

Popularitasnya membuat kue ini mudah ditemukan di beberapa bakery populer Indonesia. DetikFood mencicipi kue kering nastar dari tiga gerai populer, yaitu Monami, Mako, dan Holland Bakery. Masing-masing stoples dibanderol dengan harga Rp 100 ribuan.

Kami juga sempat mencicipi nastar versi murah yang dibeli di toko kue pasar Jatinegara. Lantas apakah rasa kue nastar ini sama atau ada yang lebih enak?

1. Nastar Mako

Begini tampilan nastar Mako yang terlihat menggiurkan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Mako merupakan bakery yang cabangnya bisa ditemukan dengan mudah di Jakarta dan sekitarnya. Bakery ini merupakan rebranding dari BreadTalk Indonesia. Dari dulu dikenal menawarkan roti lembut, pastry, dan cake berkualitas dengan harga yang masih terjangkau.

Dalam momen hari raya Idul Fitri, bakery ini juga mengeluarkan varian kue kering spesial. Salah satunya adalah Golden Nastar Bulat.

DetikFood membeli satu stoples nastar dengan berat bersih sekitar 170 gram. Harganya dibanderol Rp 110.000.

Dari segi tampilan, nastar ini terlihat sangat menarik perhatian. Terlebih bagian kulit atasnya yang cenderung berwarna oranye pekat bukan kuning seperti nastar pada umumnya. Kemungkinan mereka menggunakan olesan dengan tambahan sedikit pewarna atau menggunakan campuran kuning telur omega-3.

Bentuknya bulat sempurna, ukurannya juga pas tidak begitu besar maupun kecil. Ketika digigit, adonannya lembut dan lumer di mulut. Isian selai nanasnya juga melimpah dengan rasa yang cenderung manis daripada asam. Namun bagi beberapa orang, mungkin rasa selai nanasnya dianggap terlalu manis.

2. Nastar Monami

Nastar Monami memiliki kulit yang lebih kuning kecokelatan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Monami Bakery juga menjadi salah satu bakery populer dan legenaris di Indonesia. Sudah berdiri sejak 1976 dan menjadi spesialis penyaji jajanan pasar tradisional. Namun, Monami juga punya kue kering, seperti nastar.

Stoples nastar yang ditawarkan Monami punya ukuran yang lebih besar dari Mako. Berat bersihnya mungkin berkisar 300 gram sampai 500 gram. Harganya juga lebih mahal, dibanderol Rp 145.000 per stoples.

Warna nastarnya cukup berbeda dengan nastar Mako. Nastar Monami berwarna kuning dengan bagian atas yang sedikit lebih cokelat. Tetapi nastarnya tetap terlihat glowing dan menggiurkan.

Ketika digigit, adonannya langsung lumer di mulut dan tidak lengket atau menempel di langit-langit mulut. Bagian kulitnya juga tipis dengan isian selai nanas melimpah.

Rasa selai nanasnya cenderung lebih berempah, dengan sentuhan kayu manis dan cengkeh yang tercecap cukup kuat. Selai nanasnya juga punya rasa yang pas, tidak terlalu dominan manis maupun asam.

3. Nastar Holland Bakery

Holland Bakery juga punya varian nastar yang tidak kalah menggiurkan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Bakery ini pastinya sudah tidak asing lagi di telinga. Menjadi salah satu pelopor toko roti modern pertama di Indonesia yang sudah didirikan pada tahun 1978.

Holland Bakery tidak hanya menawarkan roti-rotian atau jajanan tradisional, tapi juga kue kering spesial lebaran.

Untuk kue nastar, mereka sebenarnya punya dua ukuran stoples, yang besar dan kecil. DetikFood mencoba stoples nastar berukuran 500 gram yang harganya dibanderol Rp 140.000.

Bentuk nastar Holland cukup berbeda dari dua nastar sebelumnya. Di Holland bakery, nastarnya dibentuk kotak memanjang bukan bulat. Warna nastarnya juga cenderung kuning kecokelatan.

Adonan nastarnya agak flaky di bagian atas tetapi tetap lembut dan langsung lumer di mulut. Isian selai nanasnya melimpah tetapi rasanya berbeda dari dua nastar sebelumnya.

Isian selai nanas milik Holland cenderung ada rasa nanas yang asam segar dan sedikit sentuhan rempah. Mengingatkan kami dengan kue nastar rumahan zaman dulu.



Simak Video "Bazar Kue Kering di Blok M Square, Nastar Masih Jadi Favorit"


(aqr/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork