Jika diminum dalam takaran dan cara tepat, kopi dapat bermanfaat untuk kesehatan. Salah satunya terhadap kesehatan organ ginjal. Begini cara kerjanya!
Kopi merupakan minuman berkafein yang digemari oleh banyak orang. Mengonsumsinya memang bisa bermanfaat, asalkan diminum dengan cara dan takaran yang tepat.
Manfaat kopi paling umum dan populer yaitu kemampuannya dalam mendorong energi, membuat seseorang lebih terjaga, dan meningkatkan fokus. Namun, manfaatnya sebenarnya lebih dari itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengonsumsi kopi dalam jumlah sedang juga dapat mendukung kesehatan ginjal. Hal ini dikarenakan kopi mengandung antioksidan dan berpotensi menurunkan risiko penyakit ginjal kronis dan batu ginjal.
Lantas, bagaimana cara kerjanya dalam meningkatkan kesehatan ginjal? Dilansir dari e.vnexpress.net (14/9), berikut penjelasannya!
1. Mengandung antioksidan
Kandungan antioksidan dalam kopi bisa mengurangi risiko penyakit ginjal kronis. Foto: Getty Images/iStockphoto/stock_colors |
Kopi mengandung lebih dari 1.000 senyawa alami, termasuk asam klorogenik, polifenol, dan melanoidin. Zat-zat tersebut memiliki kandungan antioksidan dan anti-inflamasi yang bisa membatasi stress oksidatif, suatu proses terkait dengan kerusakan sel, dan mengurangi risiko penyakit kronis.
Bersama dengan kafein, senyawa alami ini bisa menjadi penyebab banyak potensi manfaat kopi bagi ginjal. Beberapa penelitian yang disebutkan situs ini menunjukkan bahwa kopi tanpa kafein masih dapat memberikan manfaat dari senyawa tanamanannya.
Antioksidan dalam kopi juga bisa meningkatkan sensitivitas insulin, yang secara tidak langsung melindungi pembuluh darah halus di ginjal.
2. Mengurangi risiko penyakit ginjal kronis
Menurut penelitian, kopi juga bisa mengurangi risiko ginjal kronis. Foto: Getty Images/lielos |
Beberapa penelitian yang disebut e.vnexpress.net juga menunjukkan bahwa orang yang rutin minum kopi mungkin punya risiko penyakit ginjal kronis lebih rendah dibandingkan orang yang jarang atau tidak minum kopi sama sekali.
Pada tahun 2018, Studi Genom dan Epidemiologi Korea mensurvei sekitar 8.700 orang dengan fungsi ginjal normal, dengan masa tindak lanjut rata-rata 11.3 tahun.
Orang yang minum satu cangkir dan dua cangkir kopi atau lebih per hari masing-masing memiliki risiko 24% dan 20% lebih rendah terkena penyakit ginjal kronis dibandingkan mereka yang tidak minum kopi. Laju filtrasi glomerulus mereka juga dinilai menurun lebih lambat.
Dalam hal ini, senyawa antioksidan dan anti-inflamasi di dalam kopi diperkirakan berkontribusi.
3. Bermanfaat untuk penderita penyakit ginjal
Penderita ginjal yang minum kopi juga disebut bisa mendapatkan manfaat sehatnya. Foto: Getty Images/iStockphoto/grandriver |
Manfaat kopi lainnya bagi ginjal juga dikaitkan dengan orang yang sudah memiliki penyakit ginjal. Di antara pasien-pasien tersebut, konsumsi kopi dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap perkembangan penyakit ginjal stadium akhir, protein dalam urin, dan kematian.
Namun, kopi tidak bisa dijadikan pengganti obat atau perawatan khusus lain untuk penyakit ginjal. Penderita penyakit ginjal kronis tetap perlu mengelola tekanan darah, gula darah, dan diet, serta mengonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter.
4. Mengurangi risiko batu ginjal
Konsumsi kopi secara teratur juga dapat dikaitkan dengan risiko pembentukan batu ginjal yang lebih rendah. Kopi bisa meningkatkan produksi urin, membantu mengencerkan dan mengeluarkan mineral yang dapat mengkristal dan menggumpal menjadi batu. Efek diuretik ringan pada kafein juga berkontribusi pada hal ini.
Namun, tetap disarankan untuk minum air yang cukup sehingga bisa mencegah risiko terjadinya batu ginjal. Sebab, kopi tidak bisa menggantikan manfaat dari air putih.
5. Seberapa banyak asupan kopi yang tepat?
Manfaat kopi tergantung dari seberapa banyak yang diminum, bagaimana cara penyajiannya, dan kondisi kesehatan masing-masing orang.
Disarankan minum sekitar dua hingga tiga cangkir atau sekitar 240 mililiter per hari. Namun, jumlahnya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi setiap individu.
Sembunyikan kutipan teks
Untuk sementara waktu, kafein dapat meningkatkan tekanan darah, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar sekaligus. Penderita tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol mungkin perlu membatasi konsumsi kafein, jadi hanya mengonsumsinya sekitar satu hingga dua cangkir sehari dan selalu memantau tekanan darah mereka.
Batasi juga pemakaian gula, krim, dan tambahan sirup. Secangkir kopi sebesar 240 mililiter biasanya mengandung sekitar 100 miligram kalium.
Bagi orang yang perlu membatasi kalium atau memiliki kadar kalium darah tinggi, jumlah ini dapat bertambah jika mengonsumsi beberapa cangkir kopi sehari.
Secara keseluruhan, kopi memang bisa menjadi bagian dari diet sehat dan menawarkan manfaat kesehatan. Namun, minuman berkafein ini tidak boleh dianggap sebagai minuman yang mengobati atau melindungi ginjal.
Penderita penyakit ginjal hingga tekanan darah tinggi juga sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli mengenai jumlah kopi yang tepat untuk dikonsumsi.
Simak Video "Video: Saat Kopi Jadi Tren, Masih Adakah Masa Depan Teh Jawa Barat?"
[Gambas:Video 20detik] (aqr/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN