Konsumsi kopi dan minuman energi kerap diandalkan untuk mendorong produksi energi. Di antara keduanya, mana yang lebih baik untuk jantung?
Kopi dan minuman energi menjadi pilihan banyak orang untuk menjaga stamina di tengah aktivitas yang padat. Keduanya kerap dikonsumsi saat rasa kantuk mulai mengganggu pekerjaan.
Meski sama-sama bisa membantu tubuh tetap terjaga, kedua minuman ini memiliki karakteristik yang berbeda. Kandungan di dalamnya juga perlu diperhatikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memilih minuman penambah energi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada efeknya dalam mengusir kantuk, tapi mempertimbangkan sejumlah hal juga penting.
Berikut ini 5 perbedaan kopi dan minuman berenergi dilansir dari Health (30/3/2026):
Kandungan kafein pada kopi dan minuman berenergi hampir serupa. Foto: Istimewa |
1. Kandungan Kopi vs Minuman Energi
Kopi dan minuman energi sama-sama mengandung kafein yang membantu meningkatkan kewaspadaan. Namun, jumlahnya berbeda tergantung jenis biji, metode seduh, ukuran gelas, dan merek minuman.
Secangkir kopi 8 ons atau sekitar 237 ml mengandung 113-247 mg kafein. Sementara itu, minuman energi berukuran 16 ons atau sekitar 473 ml mengandung 70-240 mg kafein.
Minuman energi konsentrat atau energy shot juga perlu diperhatikan. Dalam kemasan kecil berukuran 2-2,5 ons, kandungan kafeinnya bisa mencapai 113-200 mg.
2. Penelitian Kopi untuk Jantung
Konsumsi kopi dalam jumlah sedang berpotensi mendukung kesehatan jantung. Namun, kebiasaan minum kopi berlebihan justru dapat meningkatkan risiko gangguan jantung pada sebagian orang.
Cara menyeduh kopi juga dapat memengaruhi dampaknya terhadap kesehatan. Kopi rebus atau yang tidak disaring, seperti kopi French press, dapat meningkatkan kadar kolesterol karena mengandung senyawa tertentu.
Cara menyeduh kopi juga dapat memengaruhi dampaknya terhadap kesehatan. Kopi rebus atau yang tidak disaring, seperti kopi French press, dapat meningkatkan kadar kolesterol karena mengandung senyawa tertentu.
3. Bahan Tambahan dalam Minuman Berenergi
Kopi hitam tanpa tambahan umumnya hanya mengandung sedikit kalori dan tidak mengandung gula tambahan. Sebaliknya, minuman energi dapat mengandung gula, guarana, vitamin B, serta senyawa lain yang dipasarkan untuk meningkatkan stamina.
Guarana menjadi salah satu bahan yang perlu diperhatikan karena merupakan sumber kafein tambahan. Jika tidak menghitung kandungan tersebut, seseorang bisa mengonsumsi kafein lebih banyak dari perkiraannya.
Kandungan gula juga perlu diperiksa sebelum memilih minuman. Kopi kekinian dengan sirup dan krimer maupun minuman energi manis sama-sama dapat menambah asupan gula harian.
Walaupun membantu 'melek' asupan kafein harian perlu diwaspadai. Foto: Getty Images/dontree_m |
4. Efek Kelebihan Kafein
Mengonsumsi kafein secara berlebihan dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Efek lainnya meliputi sulit tidur, rasa gelisah, sakit kepala, hingga gangguan pada lambung.
Orang dewasa sehat sebaiknya membatasi konsumsi kafein hingga maksimal 400 mg per hari. Batas ini mencakup kafein dari kopi, minuman energi, teh, dan sumber lainnya.
Ibu hamil atau menyusui disarankan membatasi asupan kafein hingga sekitar 200 mg per hari. Orang yang memiliki gangguan jantung atau sensitif terhadap kafein sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
5. Batas Aman Konsumsinya
Bagi orang yang ingin mengurangi asupan gula dan bahan tambahan, kopi hitam tanpa gula dapat menjadi pilihan praktis. Jumlah kafein tetap perlu diperhitungkan agar tidak berlebihan.
Jika memilih minuman energi, periksa label untuk mengetahui kandungan kafein dan gula per kemasan. Seseorang juga perlu memperhatikan ukuran saji karena satu botol atau kaleng belum tentu hanya mengandung satu porsi.
Kopi maupun minuman energi tidak bisa dinilai hanya dari efeknya mengusir kantuk. Pola konsumsi, kondisi kesehatan, serta total asupan kafein sehari-hari turut menentukan dampaknya bagi tubuh.
Simak Video "Video: Saat Kopi Jadi Tren, Masih Adakah Masa Depan Teh Jawa Barat?"
[Gambas:Video 20detik] (dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN