Banyak orang mungkin memilih untuk mengonsumsi ayam setiap hari. Namun, apakah pilihan ini sehat atau justru memberikan efek buruk? Berikut penjelasannya!
Ayam sering menjadi pilihan banyak orang karena merupakan sumber protein yang murah dan mudah diolah. Bahkan, ayam sering dipilih ketika seseorang sedang melakukan diet.
Namun, sumber protein serbaguna ini perlu diperhatikan dari sisi potongan, cara pengolahan, dan jumlah batasan konsumsinya. Ayam yang dimakan setiap hari bisa menawarkan efek baik maupun buruk bagi kesehatan tubuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Martha Stewart Living (30/8/2026), berikut penjelasan nutrisi ayam serta efek konsumsi ayam setiap hari menurut ahli.
Mengenal nutrisi dalam ayam
Daging ayam mengandung sejumlah nutrisi bermanfaat, Foto: Site News |
Ahli Mary Morawetz, MS, RD mencatat jika ayam merupakan sumber protein lengkap berkualitas tinggi yang mengandung semua sembilan asam amino esensial untuk mendukung perbaikan otot, kekebalan tubuh, dan menawarkan energi sehari-hari.
Tetapi keunggulan ayam bukan hanya soal kuantitas protein, melainkan juga efisensinya. Menurut Morawetz, ayam memberikan asupan protein lengkap dan besar dengan lemak minimal dan nol karbohidrat, sehingga bisa dengan mudah mencapai target harian tanpa kalori berlebih.
Terlepas dari nutrisi di dalam ayam, ahli gizi tetap menyarankan untuk mengonsumsi makanan bervariatif. Jangan hanya fokus terhadap ayam, tetapi bisa mengonsumsi ikan, telur, kacang-kacangan, hingga protein nabati secara bergantian.
Pilihan daging putih vs daging gelap
Dalam hal nutrisi, beberapa orang mungkin bingung menentukan apakah lebih baik konsumsi daging ayam putih atau daging ayam gelap.
Ahli Lauren Slayton, MS, RD menegaskan bahwa dada ayam dengan porsi idealnya, yaitu 170.1 sampai 226.8 gram dapat menyediakan sekitar 50 gram protein.
Kandungan protein ini sedikit lebih rendah daripada daging ayam bagian gelap yang kandungan lemaknya lebih tinggi. Namun, daging ayam gelap lebih unggul dalam hal nutrisi karena menyediakan lebih banyak zat besi dan seng daripada daging putih. Kedua potongan daging ini sama-sama menyediakan vitamin B, seperti niasin, B6, dan B12, selenium, serta fosfor.
Fleksibilitas ayam juga membuatnya cocok untuk diolah dengan berbagai macam diet, seperti diet tinggi protein dan rendah karbohidrat, hingga diet ala Mediterania.
Efek konsumsi ayam setiap hari
1. Inflamasi
Daging ayam punya efek dalam mengatasi inflamasi. Foto: Thinkstock |
Peradangan atau inflamasi merupakan kondisi tubuh yang perlu diperhatikan. Sebab, peradangan kronis yang tidak terkendali bisa merusak jaringan sehat dan memicu berbagai penyakit.
Ahli Morawetz mengungkap jika secara umum, level ayam berada di bawah daging merah atau daging olahan dalam hal efeknya terhadap peradangan. Hal ini disebabkan oleh kandungan zat besi heme rendah. Namun, senyawa yang disebut asam arakidonat di dalamnya bisa berkontribusi pada peradangan jika dikonsumsi secara berlebihan.
2. Suasana hati
Menurut Slayton, ayam mengandung asam amino triptifan yang dapat meningkatkan serotonin. Serotonin merupakan senyawa kimia di otak yang dapat mengatur rasa bahagia, tenang, dan suasana hati lebih stabil.
Ahli Slayton pun merekomendasikan kliennya untuk makan ayam guna meningkatkan suasana hati. Selain itu, di dalam ayam ada vitamin B kompleks yang dapat mengurangi stres dan menjaga kesehatan fungsi saraf.
3. Gula darah
Efek ayam pada kesehatan tubuh, termasuk gula darah, tergantung dari cara pengolahannya. Foto: Getty Images/Thai Liang Lim |
Efek ayam pada kesehatan tubuh juga bergantung dari cara pengolahannya.
Menurut ahli Morawetz, kandungan karbohidrat nol di dalam ayam bisa berdampak langsung minimal pada kadar glukosa darah. Kandungan proteinnya juga bisa membantu meredam lonjakan ketika dipadukan dengan makanan yang mengandung karbohidrat.
Tetapi perlu diingat jika olahan ayam yang dilapisi tepung roti atau dimasak dengan kuah kental atau kuah santan bisa mengurangi manfaat ini. Jadi cara pengolahannya sangat penting.
4. Fungsi kekebalan tubuh
Ayam mengandung seng, selenium, vitamin B6, dan protein yang semuanya terkait langsung dengan produksi dan fungsi sel imun.
Morawetz menegaskan bahwa daging putih dan daging gelap pada ayam masing-masing memberikan manfaat berbeda.
Daging ayam putih dan gelap biasa dibedakan dari potongannya. Daging putih biasanya berada pada bagian dada ayam dan sayap karena otot di area ini lebih jarang digunakan untuk aktivitas berat. Otot ini rendah kandungan protein mioglobin, yang menyebabkan warnanya lebih pucat.
Sedangkan daging gelap, biasanya terdapat pada bagian paha dan kaki karena otot di area tersebut paling sering dipakai ayam untuk berdiri dan berjalan. Otot ini kaya akan mioglobin dan aliran darah. Menyebabkan warnanya lebih gelap.
Oleh karena itu, manfaat dari setiap potongan berbeda-beda. Daging dada ayam lebih rendah lemak dan tinggi niasin. Sedangkan paha ayam mengandung lebih banyak seng, zat besi, dan vitamin B.
Morawetz merekomendasikan untuk mengonsumsi campuran keduanya jika ingin mendapatkan nutrisi lebih lengkap. Morawetz juga mencatat bahwa mendapatkan protein yang cukup secara keseluruhan penting untuk meningkatkan kesehatan imun, karena tubuh menggunakannya untuk membangun antibodi.
5. Tingkat energi
Ayam juga mengandung nutrisi yang yang bisa membantu meningkatkan energi.
Ahli Slayton menunjuk kandungan zat besi di dalam ayam yang bisa membantu mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Sedangkan niasinnya membantu mengubah makanan menjadi energi.
Morawetz juga mencatat bahwa vitamin B dalam ayam mendukung metabolisme. Di sisi lain, kandungan proteinnya membantu memberikan pelepasan energi secara perlahan.




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN