Kondisi resistensi insulin perlu diwaspadai karena menjadi tanda awal prediabetes dan diabetes tipe 2. Ternyata ada beberapa asupan yang dapat diandalkan untuk mengatasinya.
Resistensi insulin menjadi salah satu masalah kesehatan yang semakin banyak ditemukan seiring meningkatnya kasus pradiabetes dan diabetes tipe 2. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel tubuh tidak lagi merespons hormon insulin secara optimal, sehingga kadar gula darah meningkat.
Sebenarnya perubahan gaya hidup dapat membantu mengendalikan kondisi tersebut. Salah satu langkah yang paling dianjurkan adalah memperbaiki pola makan dengan memilih asupan makanan yang meningkatkan sensitivitas insulin.
Dilansir dari Cleveland Clinic, (6/6/2026), para ahli menyarankan fokus pada makanan kaya serat, protein berkualitas, dan lemak sehat. Jenis makanan ini dapat membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil sekaligus mendukung kesehatan metabolisme secara keseluruhan.
Berikut ini 6 makanan yang disarankan untuk mengatasi resistensi insulin:
1. Biji-bijian
Karbohidrat sering dianggap sebagai musuh bagi penderita gangguan gula darah. Padahal, yang perlu diperhatikan adalah jenis karbohidrat yang dikonsumsi.
Biji-bijian seperti oatmeal, beras merah, gandum utuh, quinoa, dan barley mengandung serat yang lebih tinggi dibandingkan nasi putih atau roti putih. Serat membantu memperlambat proses pencernaan sehingga gula dilepaskan ke dalam aliran darah secara bertahap.
2. Ikan Berlemak
Ikan berlemak merupakan sumber protein berkualitas tinggi sekaligus kaya asam lemak omega-3. Beberapa jenis ikan yang dianjurkan antara lain salmon, sarden, makarel, tuna, dan herring.
Konsumsi ikan secara rutin dapat membantu mengurangi peradangan kronis yang sering dikaitkan dengan resistensi insulin. Selain itu, protein dalam ikan membantu menjaga rasa kenyang lebih lama dan mencegah lonjakan gula darah yang berlebihan setelah makan.
3. Protein Rendah Lemak
Protein merupakan nutrisi penting bagi penderita resistensi insulin karena dapat membantu memperlambat proses pencernaan makanan dan meningkatkan rasa kenyang. Sumber protein rendah lemak yang dianjurkan meliputi ayam tanpa kulit, kalkun, telur, tahu, tempe, serta daging sapi tanpa lemak.
Mengombinasikan protein dengan karbohidrat kompleks dan sayuran dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil setelah makan. Bagi masyarakat Indonesia, tempe dan tahu menjadi alternatif yang baik karena harganya terjangkau, kaya protein, dan mudah diolah menjadi berbagai hidangan sehat.
(dfl/adr)