Studi Harvard temukan kebiasaan minum kopi pagi berkafein dikaitkan dengan penuaan sehat pada perempuan. Manfaatnya terkait fungsi fisik, mental, dan kognitif.
Minum secangkir kopi pagi kerap jadi penyelamat kantuk dan penambah energi. Namun, riset terbaru menunjukkan manfaatnya bisa lebih dari sekadar membuat melek.
Penelitian jangka panjang menemukan kebiasaan minum kopi berkafein berkaitan dengan penuaan sehat pada perempuan. Efeknya terlihat pada fungsi fisik, mental, dan kognitif.
Studi ini melibatkan puluhan ribu perempuan yang diikuti selama 30 tahun. Hasilnya menyoroti peran kopi dalam menjaga kualitas hidup saat menua.
Dikutip dari News.Medical.Com (2/6/25) berikut penjelasan peneliti:
1. Minum Kopi Pagi Dikaitkan dengan Penuaan Sehat
Studi baru menilai kebiasaan minum kopi pagi pada perempuan paruh baya. Hasilnya menunjukkan potensi manfaat bagi kesehatan fisik dan mental saat menua.
Penelitian melibatkan hampir 50.000 perempuan yang diikuti selama 30 tahun. Analisis menilai berbagai aspek penuaan sehat, bukan hanya satu indikator.
"Ini studi pertama yang menilai dampak kopi pada banyak aspek penuaan," kata Dr. Sara Mahdavi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health.
2. Hanya Kopi Berkafein yang Terkait Manfaat
Perempuan yang rutin minum kopi berkafein lebih mungkin mengalami penuaan sehat. Namun teh dan kopi tanpa kafein tidak menunjukkan hubungan serupa.
Sebaliknya, konsumsi soda berkafein justru berkaitan dengan peluang penuaan sehat yang lebih rendah. Ini menegaskan sumber kafein berpengaruh berbeda.
"Kopi berkafein, bukan teh atau decaf, tampak mendukung fungsi fisik dan mental," ujar Dr. Mahdavi, peneliti dari University of Toronto.
Simak Video "Sambal Bajak, 'Teman' Menu Andalan"
(raf/adr)