Kabar Baik! Rutin Minum Kopi dan Teh Bisa Turunkan Risiko Demensia

Kabar Baik! Rutin Minum Kopi dan Teh Bisa Turunkan Risiko Demensia

Sonia Basoni - detikFood
Jumat, 13 Mar 2026 07:00 WIB
cup of tea with lemon and a cup of coffee on a wooden surface, the choice between coffee and tea
Foto: Getty Images/Nikolay Ponomarenko
Jakarta -

Kopi dan teh merupakan dua minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Belakangan konsumsi kopi juga dikaitkan dapat penurunan risiko demensia, begini penjelasannya.

Teh dan kopi sama populernya sebagai minuman yang sering diminum pagi hari. Kedua minuman ini mengandung kafein, yang menurut sebagian penelitian kafein baik bagi tubuh, sementara penelitian lain menunjukkan potensi risiko kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Meski demikian, temuan terbaru memberikan kabar yang cukup menggembirakan bagi para penikmat kopi dan teh. Sebuah penelitian observasional yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association menunjukkan bahwa konsumsi 2-3 cangkir kopi per hari atau 1-2 cangkir teh dapat menurunkan risiko demensia hingga sekitar 18%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demensia sendiri merupakan sindrom penurunan fungsi kognitif, termasuk memori, berpikir, bahasa, dan perilaku akibat penyakit otak (seperti Alzheimer atau vaskular) yang bersifat progresif dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Temuan ini menjadi penting mengingat demensia saat ini memengaruhi sekitar 55 juta orang di seluruh dunia. Dilansir dari Wine Spectactor (12/03/2026), berikut penjelasan mengenai penelitian dan penemuan terkait manfaat kopi dan teh yang lebih menyeluruh.

ADVERTISEMENT

1. Penelitian Terkait Teh dan Kopi

Kopi dan tehKopi dan teh Foto: Getty Images/Serhii Sobolevskyi

Sejumlah penelitian selama dua dekade terakhir menunjukkan konsumsi kopi dan teh secara rutin berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan otak. Minuman berkafein ini bahkan dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit terkait penuaan, seperti gangguan jantung dan Parkinson.

Temuan terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association memperkuat dugaan tersebut. Penelitian ini menganalisis data dari lebih dari 131 ribu peserta yang dikumpulkan sejak 1980 hingga 2023 melalui dua studi besar, yaitu Nurses' Health Study dan Health Professionals Follow-up Study.

Hasilnya menunjukkan, orang yang mengonsumsi 2-3 cangkir kopi per hari atau 1-2 cangkir teh, memiliki risiko demensia sekitar 18% lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang atau tidak mengonsumsi kedua minuman tersebut.

2. Manfaat Konsumsi Teh dan Kopi

7 Pro dan Kontra Konsumsi Kopi Untuk Lansia, Ini Penjelasan AhliManfaat Konsumsi Teh dan Kopi. Foto: Getty Images/iStockphoto/lucigerma

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa manfaat kopi dan teh tidak hanya dirasakan oleh orang-orang tanpa kondisi kesehatan khusus, tetapi juga oleh individu yang memiliki faktor risiko genetik terhadap penyakit Alzheimer.

Para peneliti melihat bahwa peserta yang membawa gen APOE4, yaitu gen yang diketahui meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami Alzheimer, tetap menunjukkan tingkat resiko terkena demensia yang lebih rendah apabila rutin mengonsumsi kopi atau teh.

Temuan ini mengindikasikan bahwa pola hidup sehat tetap dapat memberikan manfaat meskipun seseorang memiliki kondisi kesehatan atau faktor genetik tertentu. Selain itu, peserta yang rutin mengonsumsi teh dan kopi juga menunjukkan kemampuan kognitif yang sedikit lebih baik dalam berbagai tes.

Hasil pengujian bahkan memperlihatkan bahwa performa kognitif mereka setara dengan orang yang usianya sekitar tujuh bulan lebih muda dari usia asli mereka. Manfaat teh dan kopi ini terlihat lebih kuat pada peserta yang berusia di bawah 75 tahun.

3. Peran Kafein yang Paling Dominan

Off, On Switch with foam coffee in white coffee cup, Top view of porcelain coffee mug. Creative Banner, Coffee cup with switch buttonkafein. Foto: Getty Images/merovingian

Meskipun hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi kopi atau teh dan penurunan risiko demensia, para ilmuwan masih mempelajari mekanisme pasti yang mendasarinya.

Kedua minuman ini diketahui mengandung berbagai senyawa yang berpotensi menjaga kesehatan otak, seperti polifenol dan antioksidan. Namun para peneliti menduga bahwa kafein merupakan komponen yang paling berperan.

Kafein diperkirakan dapat membantu melindungi otak melalui beberapa mekanisme, antara lain dengan mengurangi peradangan, menurunkan risiko diabetes, serta memengaruhi protein yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer.

Manfaat tersebut tampaknya tidak berlaku sama pada sumber kafein lain seperti minuman bersoda atau cokelat. Dalam penelitian tersebut, penyesuaian terhadap berbagai sumber kafein telah dilakukan, dan hanya konsumsi kopi atau teh yang menunjukkan kaitan dengan penurunan risiko demensia.


4. Pentingnya Pola Hidup Sehat Seimbang

An attractive and cheerful Asian woman in sportswear enjoys her healthy salad at a kitchen table in the kitchen. Healthy lifestyle conceptPentingnya Pola Hidup Sehat Seimbang. Foto: Getty Images/BongkarnThanyakij

Meski hasil penelitian ini memberikan gambaran yang cukup kuat tentang manfaat minum teh dan kopi, tapi para ilmuwan menegaskan bahwa studi tersebut masih bersifat observasional. Artinya penelitian hanya mengamati hubungan antara kebiasaan minum kopi atau teh dan risiko demensia tanpa dapat memastikan hubungan sebab-akibat secara langsung.


Namun demikian, temuan ini tetap memberikan perspektif positif bagi para penikmat kopi maupun teh. Selama dikonsumsi dalam jumlah wajar, minuman tersebut dinilai tidak memberikan dampak buruk bagi kesehatan otak. Para ahli tetap menekankan bahwa menjaga kesehatan kognitif tidak cukup hanya dengan mengandalkan satu kebiasaan seperti minum teh dan kopi saja.

Aktivitas fisik teratur seperti olahraga ringan, pola makan seimbang, tidur yang cukup, serta menjaga hubungan sosial tetap menjadi faktor penting untuk mempertahankan fungsi otak seiring bertambahnya usia. Secangkir kopi atau teh hangat tetap dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Martabak 'Low Sugar' dan Sruput Kopi di Pasar Alsut"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads