Makan Daging Dada Ayam Setiap Hari, Bisa Cegah Risiko Kematian Dini

ADVERTISEMENT

Makan Daging Dada Ayam Setiap Hari, Bisa Cegah Risiko Kematian Dini

Sonia Basoni - detikFood
Senin, 11 Jul 2022 06:00 WIB
grilled chicken breast with green salad and french fries on a black plate.
Foto: Getty Images/iStockphoto/gkrphoto
Jakarta -

Daging dada ayam merupakan salah satu sumber protein sehat. Penelitian baru menyebutkan, konsumsi daging dada ayam bisa cegah kematian dini.

Baru-baru ini ada penelitian terbaru yang menyebutkan bahwa daging dada ayam bisa membantu mencegah risiko kematian dini.

Dilansir dari DailyMailUK (07/06), penelitian ini dilakukan oleh peneliti dari Edinburgh University. Dari data yang mereka kumpulkan, mereka merekomendasikan orang-orang untuk mengonsumsi 350 kalori daging dan ikan segar setiap harinya.

Jumlah ini setara dengan daging dada ayam ukuran besar. Penelitian ini berdasarkan analisis mereka, yang menemukan negara-negara anggota G20 seperti Indonesia, Amerika, Argentina, Australia hingga India menyantap sekitar 620 kalori dari produk hewani.

Baca Juga: Waspada! 5 Kebiasaan Makan Buruk Ini Picu Kolesterol Tinggi" selengkapnya

Atau setara dengan menyantap dua daging patty burger ukuran besar. Padahal yang lebih baik, jika orang menyantap 720 kalori yang terdiri dari sayuran dan buah-buahan.

Fresh organic chicken breast with spices ready to cookFresh organic chicken breast with spices ready to cook Foto: Getty Images/da-kuk

Misalnya gabungan pola makan berisi buah-buahan seperti apel, pisang, dan dua buah paprika yang kalorinya sekitar 100 kalori per buahnya.

Pergantian pola makan ini bisa menurunkan risiko kematian terkait obesitas, penyakit jantung, kanker dan masih banyak lagi.

Penelitian ini dibuat semata-mata untuk untuk mendorong orang agar lebih sehat dalam memilih makanan. Sehingga mereka menyarankan untuk memakan sumber protein yang lebih sehat seperti daging dada ayam.

Atau pola makan sehat yang mengandung banyak gandum, buah-buahan, sayuran, omega-3, kacang-kacangan dan biji-bijian.

Sebaliknya pola diet yang buruk, terutama dalam pemilihan makanan yang banyak mengandung garam. Pola makan ini dikaitkan dengan penyebab kematian 11 juta kasus di dunia yang disebabkan oleh stroke, hingga kanker usus besar.

Penelitian ini dipublikasikan lewat jurnal kesehatan The Lancet Planetary Health. Mereka mengklaim bahwa banyak mengonsumsi sayuran dan buah atau plant-based diet, bisa mengurangi risiko 2,583 kasus kematian dini per 1 juta orang di tahun 2060.

Right food. Good looking smiling young woman in a white blouse sitting at a table at home, eating with fork natural vegetable salad.Makan sayur. Foto: Getty Images/iStockphoto/Zinkevych

Kombinasi yang paling disarankan adalah metode 2,400 kalori sehari, dengan 820 kalori dari gandum utuh seperti jagung. Sementara 720 kalori berasal dari buah dan sayuran, serta 350 kalorinya lagi berasal dari protein daging seperti ayam, telur atau sapi.

Sisanya untuk alokasi kalori dari minyak, gula, kentang dan makanan lainnya.

Seperti yang diketahui sebelumnya rekomendasi asupan kalori pria dewasa membutuhkan sekitar 2,500 kalori sehari untuk menjaga berat badan sehat. Sementara untuk wanita sekitar 2,000 kalori.

Mr. Sattar, yang terlibat dalam penelitian ini menjelaskan bahwa dengan adanya penemuan ini bisa menjadi kesempatan baru untuk mengurangi dampak pada sistem pangan yang menjadi isu serius yang global.

Baca Juga: Rutin Konsumsi 7 Superfood Ini Bisa Membantu Tidur Lebih Lelap" selengkapnya



Simak Video "Bikin Laper: Rekomendasi Tongseng dan Gulai Kambing Endul di Jaksel"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT