Waspada! 5 Kebiasaan Makan Buruk Ini Picu Kolesterol Tinggi

ADVERTISEMENT

Waspada! 5 Kebiasaan Makan Buruk Ini Picu Kolesterol Tinggi

Andi Annisa Dwi R - detikFood
Minggu, 03 Jul 2022 06:00 WIB
Waspada! 5 Kebiasaan Makan Buruk Ini Picu Kolesterol Tinggi
Foto: Getty Images/eclipse_images
Jakarta -

Kolesterol tinggi jadi penyakit yang diderita banyak orang di dunia. Untuk mencegahnya, waspadai lima kebiasaan makan buruk berikut ini.

Kolesterol dibutuhkan oleh tubuh dalam kadar secukupnya untuk memproduksi hormon hingga membuat cairan empedu. Tapi jika jumlahnya terlalu banyak bakal membahayakan kesehatan.

Kondisi yang sering disebut kolesterol tinggi ini bisa memicu penggumpalan darah di arteri. Dampaknya bisa stroke atau penyakit jantung pada beberapa orang.

Mengenai sebabnya, ada banyak faktor pemicu kolesterol tinggi. Misalnya kebiasaan merokok, membawa beban berat, kurang olahraga, dan pola makan yang buruk.

Kamu juga perlu mewaspadai beberapa kebiasaan makan buruk yang 'diam-diam' bisa meningkatkan kolesterol ini. Apa saja daftarnya?

Berikut detikfood mengutip informasinya dari Eat This, Not That! (28/6):

1. Terlalu banyak makan daging merah

Sering makan daging merah telah terbukti secara ilmiah dapat menyebabkan kolesterol tinggi. Hal ini karena kandungan lemak jenuh tinggi di dalamnya.

"Penyakit jantung dan obesitas adalah penyakit utama yang terkait dengan pola makan tinggi daging merah. Lemak jenuh tinggi yang didapat dari konsumsi daging merah bisa meningkatkan kolesterol dan penyumbatan arteri bersama meningkatnya trigliserida," kata ahli gizi Trista Best.

Porsi konsumsi daging merah yang dianjurkan adalah sekitar 350-500 gram daging matang per minggu.

2. Diet yo-yo

Waspada! 5 Kebiasaan Makan Buruk Ini Picu Kolesterol TinggiJalani pola diet ekstrem bisa memicu kenaikan kolesterol. Foto: Getty Images/eclipse_images

Jangan sembarangan diet! Pola diet tak sehat bisa memicu beragam masalah kesehatan, termasuk kolesterol tinggi.

Salah satunya diet yo-yo dimana kamu kehilangan berat badan tapi mendapatkan berat badan itu kembali secara cepat dan berulang setelah melakukan diet. Kondisi ini terkait dengan kadar baik (HDL) yang rendah dan kadar kolesterol buruk (LDL) yang tinggi dalam tubuh.

Adapun pola diet yang sehat adalah yang tidak ekstrem. Tak mengapa penurunan berat badannya agak lambat, tapi stabil dan dilakukan dengan cara sehat.

3. Makan gorengan

Gorengan memang enak, namun memakannya terlalu sering dan banyak sangat berisiko untuk kesehatan. Jenis gorengan yang dimaksud bukan hanya seperti jajanan kaki lima yang populer di Indonesia, tapi juga ayam goreng di resto cepat saji.

"Sangat penting untuk menghindari atau membatasi konsumsi gorengan. Makanan ini tergolong tinggi kolesterol, terutama karena penggunaan minyak terhidrogenasi untuk menggoreng," kata ahli gizi Beth Hawkes. Ia menyebut minyak ini mengandung lemak jahat yang bisa menaikkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Lihat lagi kebiasaan makan buruk yang picu kolesterol tinggi di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT