Efek Samping dan Tips Konsumsi 'Junk Food'

ADVERTISEMENT

Efek Samping dan Tips Konsumsi 'Junk Food'

Atiqa Rana - detikFood
Senin, 20 Jun 2022 08:00 WIB
Makanan Junk Food
Foto: iStockphoto
Jakarta -

Junk food tidak sehat jika terlalu sering dikonsumsi terutama bagi penderita diabetes. Ada beberapa tips konsumsi makanan cepat saji bagi penderita diabetes.

Diabetes adalah suatu kondisi tubuh yang tidak dapat membuat cukup insulin dan tidak dapat menggunakannya dengan benar.

Tubuh membutuhkan cukup insulin untuk mengatur kadar gula atau glukosa yang dibutuhkan sebagai bahan bakar sel-sel tubuh. Jika kekurangan insulin, tubuh menjadi sulit untuk memproses glukosa yang dapat merusak organ tubuh.

Karena itu untuk menghindari diabetes, dibutuhkan asupan makanan yang sehat. Sementara junk food atau makanan cepat saji yang tidak sehat karena memiliki kalori, lemak, gula, garam, dan karbohidrat tinggi.

Junk food bukan hanya makanan cepat saji, tetapi beberapa makanan olahan dan makanan ringan juga bisa dikategorikan menjadi junk food. Dengan beberapa kandungan yang dimiliki oleh junk food, bisa memicu penyakit diabetes.

Junk food bisa menyebabkan beberapa dampak buruk. Namun, penderitanya juga bisa mengonsumsi junk food dengan mengikuti beberapa tips ini.

Dirangkum dari medicalnewstoday (05/04/2019), berikut efek yang bisa didapatkan dari mengonsumsi junk food bagi penderita diabetes serta tips makan junk food bagi para penderita diabetes.

Efek Samping Makan Junk Food bagi Penderita Diabetes:

1. Kadar Gula Darah

Makanan olahan seperti junk food yang memiliki karbohidrat dan lemak tinggi memiliki sedikit nutrisi. Selain itu juga rendah vitamin, mineral, dan serat yang cepat rusak dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan pesat pada kadar gula darah.

2. Porsi yang Tidak Tetap

Biasanya junk food memiliki porsi yang tidak tetap dan juga terkadang ukurannya bisa tidak mengenyangkan. Ketika porsi tersebut dirasa tidak mengenyangkan, orang akan makan secara berlebih. Hal ini bisa berdampak negatif pada diabetes, termasuk lonjakan gula darah.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT