Sering Konsumsi 'Junk Food' Bisa Memicu Risiko Diabetes, Ini Kata Ahli Gizi

Devi Setya - detikFood Minggu, 16 Jan 2022 08:00 WIB
assorted junk food Foto: iStock
Jakarta -

Junk food biasanya dikaitkan dengan kolesterol dan obesitas, tapi ternyata tak hanya itu. Sering konsumsi junk food atau konsumsi secara berlebihan juga memicu risiko diabetes.

Jika didefinisikan, secara harfiah junk food adalah sebutan untuk makanan cepat saji. Ahli gizi mendefinisikan junk food sebagai makanan yang hanya mengandung kalori dari gula dan lemak tanpa tambahan nutrisi lain.

Saat ini sangat banyak sekali jenis junk food yang beredar di pasaran. Termasuk menjamurnya resto fast food yang menawarkan menu makanan cepat saji sebagai andalan.

Dilansir dari FoodNDTV (11/1) saat ini banyak sekali pilihan junk food yang mudah didapat dan enak untuk dikonsumsi. Makanan cepat saji ini bahkan dengan mudah dijumpai hampir di seluruh dunia.

Ada banyak penelitian yang menghubungkan asupan junk food dengan timbulnya penyakit tidak menular seperti diabetes, kanker, obesitas dan beragam penyakit lainnya. Seorang ahli gizi Vinita Jaiswal yang berbasis di India mengatakan kandungan nutrisi dalam junk food yang tidak sehat menjadikan orang lebih berisiko terserang berbagai penyakit.

Berikut beberapa penjelasan soal konsumsi junk food yang bisa memicu risiko diabetes:

1. Kandungan gula tinggi

junk foodSeorang wanita menikmati burger Foto: shutterstock

Sejak tahun 60-an, produsen makanan mulai mengganti kalori lemak dengan gula untuk meningkatkan rasa pada produk mereka. Tahun 70-an terjadi ledakan jumlah konsumsi makanan manis termasuk kue, minuman manis dan permen.

Semakin hari, semakin banyak orang yang sadar kesehatan. Alhasil banyak produsen makanan yang 'menyembunyikan' kandungan gula dengan mengganti gula buatan seperti sirup jagung, sukrosa, malt dan pemanis buatan lainnya. Meskipun sebenarnya produk yang dibuat sama-sama tinggi gula.

Asupan gula secara berlebihan berkaitan langsung dengan pusat otak. Ketika makan makanan tinggi gula, tubuh akan memberikan respon senang. Hal ini membuat orang kecanduan sehingga merasa ingin selalu makan makanan manis.

Asupan makanan tinggi gula berhubungan langsung dengan obesitas yang nyata maupun peningkatan timbunan lemak di perut. Obesitas adalah faktor risiko nomor satu yang berkaitan dengan diabetes.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Ini Bahayanya Jika Santan Dipanaskan Berulang"
[Gambas:Video 20detik]

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com