ADVERTISEMENT

7 Kombinasi Makanan Enak dan Sehat Ini Ternyata Bisa Bikin Berat Badan Naik

Diah Afrilian - detikFood
Senin, 30 Mei 2022 11:30 WIB
advertorial
Foto: advertorial

4. Hidangan penutup setelah makan

Setelah makan, menyantap hidangan penutup yang manis rasanya akan melengkapi waktu makan dengan begitu sempurna. Banyak sekali yang mengaku belum lengkap waktu makannya ketika belum menikmati hidangan penutup.

Nyatanya, mengonsumsi hidangan penutup setelah makanan utama justru akan membuat tekanan yang baru pada pencernaan. Jika ingin menikmati hidangan penutup sebaiknya beri jeda waktu, 1 atau 2 jam.

5. Susu dengan garam

Komponen susu yang dicampur dengan lemon hasilnya akan menggumpal dan pecah. Lemaknya akan mengendap dan berpisah sehingga menimbulkan tumpukan lemak yang dapat mengendap.

Begitu juga mengonsumsi susu yang dilakukan bersamaan dengan makanan manis. Minum susu yang dibarengi dengan makanan seperti sandwich atau keripik kentang dapat menyebabkan lemak dari susu terpecah dan mengendap di dalam tubuh. Bahaya ini begitu disarankan untuk dihindari oleh para ahli.

sup tomat italiaKonsumsi tomat dan kentang ternyata dapat menyebabkan lemak perut dan menaikkan berat badan. Foto: iStock

6. Tomat dan kentang

Tidak banyak yang mengetahui bahwa tomat dan kentang yang dianggap sehat justru tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bersamaan ketika menjalan diet untuk menurunkan berat badan. Ada komponen pati yang tersembunyi pada kedua makanan tersebut yang tidak disarankan untuk disatukan oleh ahli gizi.

Kombinasi antara tomat dan kentang diungkapkan oleh ahli gizi dapat membuat penambahan lemak perut sehingga akan berpengaruh pada ukuran pinggang dan kenaikan berat badan. Maka, banyak ahli gizi yang menyarankan untuk memisahkan tomat dan kentang serta diberi jeda antara keduanya jika ingin mengonsumsinya di satu waktu bersama.

7. Roti dan nasi

Secara gamblang, kedua makanan ini bahkan sudah terlihat sebagai sumber karbohidrat yang sama. Tetapi kebanyakan orang Asia cenderung akan merasa belum makan ketika belum mengonsumsi nasi sebagai makanan utamanya.

Jika ingin mengonsumsi roti dan nasi sebaiknya beri jeda waktu yang agak jauh karena keduanya sama-sama mengandung indeks glikemik yang cukup tinggi. Ketika keduanya disatukan maka dapat memicu lonjakan gula darah dalam tubuh yang dampaknya tak hanya meningkatkan berat badan tetapi juga berbahaya bagi kesehatan secara menyeluruh.



Simak Video "Bikin Laper: Puas Kulineran Khas Thailand di PIK"
[Gambas:Video 20detik]

(dfl/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT