Banyak Minum Air Bisa Cegah Darah Tinggi, Mitos atau Fakta?

Inkana Izatifiqa R Putri - detikFood
Jumat, 27 Mei 2022 13:13 WIB
Ilustrasi Minum Air Putih
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Banyak orang yang berasumsi minum air yang banyak setelah mengonsumsi makanan tinggi garam dapat mencegah tekanan darah meningkat. Adapun banyak minum air diyakini dapat membuang keluarnya garam yang telah dikonsumsi. Sayangnya, hal ini tidak benar karena untuk mencegah kenaikan tekanan darah, diperlukan membatasi asupan garam harian.

Efek Negatif Konsumsi Garam Berlebih

Mengonsumsi makanan yang mengandung garam berlebih terbukti berdampak terhadap kenaikan tekanan darah dan risiko hipertensi yang lebih tinggi. The European Food Information Council menjelaskan konsumsi garam berlebih dapat mengganggu kerja ginjal dalam mengatur keseimbangan kadar sodium dan air dalam tubuh.

Apabila tubuh mengonsumsi garam berlebih, kadar sodium di dalam darah meningkat. Hal ini kemudian dapat mendorong retensi air di dalam tubuh dan peningkatan volume darah. Meningkatnya volume darah selanjutnya dapat menyebabkan tekanan darah meningkat, jantung bekerja lebih keras, serta pembuluh darah menjadi lebih kaku.

Selain itu, konsumsi garam berlebih ternyata juga tidak hanya berkaitan dengan penyakit darah tinggi saja. Sebuah review di Journal of the American College of Cardiology menunjukkan konsumsi garam berlebih berpengaruh negatif terhadap organ tubuh lainnya, seperti penebalan dinding jantung, gangguan fungsi ginjal, serta dapat kerusakan dan kekakuan pembuluh darah arteri.

Bahkan, konsumsi garam berlebih juga berpengaruh negatif terhadap fungsi sel otak dan respons sistem saraf simpatetik. Padahal, saraf ini berperan penting dalam mengatur respons mekanisme pertahanan tubuh terhadap kondisi atau sesuatu yang dianggap sebagai ancaman atau bahaya. Dan yang lebih berbahaya, efek negatif pada organ-organ tubuh ini ternyata sudah dapat terjadi meskipun kenaikan tekanan darah belum teramati.

Cara Batasi Garam

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyarankan pembatasan asupan garam harian agar tidak melebihi 5 gram atau 1 sendok teh garam per hari. Angka batasan ini dapat terlewati dengan mudah karena banyaknya produk makanan, kecap, dan saus yang tinggi garam.

Beberapa makanan tersebut di antaranya, mie instan yang mengandung 3,4 gram garam per bungkus, kecap asin yang mengandung 1,7 gram garam per sendok makan, dan saus tiram yang mengandung 1,5 gram garam per sendok makan. Bahkan, kecap manis juga mengandung tinggi garam mencapai 1,4 gram garam per sendok makan.

Bagi Anda yang ingin membatasi asupan garam tanpa ingin mengubah rasa makanan, cobalah menggunakan produk rendah garam dari Tropicana Slim. Cara ini juga cocok bagi Anda yang kesulitan menghindari makanan dengan rasa asin.

Adapun beberapa produk yang bisa dicoba, yakni Tropicana Slim Shirataki Noodles dan Tropicana Slim Shirataki Rice yang lebih rendah garam, rendah lemak, dan tinggi serat. Ada juga berbagai produk kecap, saus, dan sambal Tropicana Slim seperti Tropicana Slim Kecap Asin, Tropicana Slim Kecap Manis, Tropicana Slim Saus Tiram, dan Tropicana Slim Sambal Terasi untuk memberikan cita rasa gurih dan nikmat pada berbagai menu masakan tapi lebih rendah garam.



Simak Video "Ini Bahayanya Jika Hipertensi Tak Dikontrol"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)