Diet Residu, Pola Makan Khusus Buat Penderita Gangguan Pencernaan

Atiqa Rana - detikFood
Rabu, 18 Mei 2022 05:00 WIB
Makanan untuk diet residu
Foto: iStock
Jakarta -

Umumnya orang yang melakukan diet diharuskan untuk mengonsumsi makanan berserat tinggi. Tetapi beda dengan diet residu satu ini.

Asupan serat yang cukup dibutuhkan oleh tubuh setiap harinya untuk mengurangi beberapa risiko penyakit. Tetapi bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu bisa saja disarankan untuk melakukan diet rendah serat atau diet rendah residu.

Diet rendah residu berarti diet yang dirancang untuk mengurangi dan membatasi makanan apapun yang bisa mengiritasi saluran pencernaan atau makanan serat tinggi. Diet ini cukup umum bagi sebagian orang yang memiliki masalah pencernaan.

Dilansir dari eatingwell.com, diet residu ini dirancang untuk membuat feses atau kotoran menjadi lebih sedikit untuk mengurangi risiko peningkatan penyakit gastrointestinal. Tak semua orang bisa melakukan diet rendah residu ini karena dibutuhkan bimbingan para ahli.

Makanan untuk diet residuDiet residu ini dirancang untuk membuat feses atau kotoran menjadi lebih sedikit untuk mengurangi risiko peningkatan penyakit gastrointestinal Foto: iStock

Ada beberapa makanan yang bisa dihindari ketika melakukan diet rendah residu antara lain; makanan asam, pedas, gorengan, kacang-kacangan, biji-bijian, kebanyakan buah dan sayur mentah, kafein, dan cokelat.

Makanan untuk diet residuBeberapa makanan yang bisa dihindari ketika melakukan diet rendah residu antara lain; makanan asam, pedas, gorengan, kacang-kacangan, biji-bijian, kebanyakan buah dan sayur mentah Foto: iStock

Sedangkan makanan yang bisa dikonsumsi yaitu makanan karbohidrat putih seperti roti, sereal, dan pasta, sayuran dan buah rendah serat seperti labu, bayam, terong, melon, ikan, dan telur.

Makanan untuk diet residuSedangkan makanan yang bisa dikonsumsi yaitu makanan karbohidrat putih seperti roti, sereal, dan pasta, sayuran dan buah rendah serat seperti labu, bayam, terong, melon, ikan, dan telur Foto: iStock

Lantas, apakah diet ini lebih sehat dibandingkan diet lainnya? Sebenarnya semua diet tergantung dengan kondisi setiap individu. Namun bisa menjadi sangat bermanfaat jika memang memiliki kondisi tertentu hingga disarankan oleh ahli medis.

Diet residu juga biasa disarankan bagi mereka yang memiliki penyakit radang usus kronis, penyakit kolitis ulseratif, sindrom iritasi usus besar, dan beberapa penyakit usus lainnya.

Asupan serat memang dibutuhkan bagi tubuh sebagai nutrisi yang penting. Karenanya diet rendah residu ini secara ketat hanya diperuntukkan untuk orang dengan penyakit tertentu.



Simak Video "Lagi Diet? Bisa Konsumsi Nasi Shirataki yang Rendah Kalori"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/odi)