ADVERTISEMENT

Terapkan Pola Makan Sehat Ini Setelah Konsumsi Banyak Makanan Saat Lebaran

Sonia Basoni - detikFood
Rabu, 11 Mei 2022 08:00 WIB
Masya Allah! Minum Air Putih Sebelum Sholat Punya Manfaat Hebat
Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Usai menjalankan ibadah puasa dan merayakan Lebaran, banyak orang kalap makan hingga berlebihan. Untuk mengembalikan pola makan sehat, bisa terapkan cara ini.

Bulan Ramadan ditutup dengan perayaan Lebaran yang dipenuhi banyak makanan bersantan, aneka kue, minuman, camilan manis dan gorengan. Banyak pula orang yang selama menjalankan ibadah puasa, memiliki pola makan yang tidak bisa dikontrol karena kalap makan.

Untuk itu tubuh perlu penyesuaian kembali dengan menerapkan beberapa kebiasaan pola makan sehat. Tak hanya membuat tubuh lebih sehat tetapi juga mencegah orang makan berlebihan.

Beberapa pola makan sederhana ini turut serta membantu mengembalikan metabolisme tubuh, mengembalikan jam tidur sampai mengganti asupan nutrisi yang hilang ketika tubuh sudah terbiasa berpuasa selama sebulan penuh.

Dilansir dari situs The Express Tribune (10/05), berikut beberapa pola makan sehat sederhana yang bisa diterapkan agar tubuh kembali sehat setelah makan banyak saat Lebaran.

Baca Juga: Kulit 'Glowing' Saat Lebaran dengan 5 Tips Makan Sehat Ini" selengkapnya


1. Rutin Sarapan

Healthy breakfast egg muffins with cheese, tomato and green veggetable, easy and healthy food conceptMenu Sarapan Sehat. Foto: Getty Images/iStockphoto/SEE D JAN

Walau tubuh sudah terbiasa tidak sarapan selama bulan Ramadan, karena waktu sarapan lebih pagi ketika sahur. Ada baiknya untuk tetap rutin sarapan di pagi hari. Karena tubuh membutuhkan energi dari makanan untuk memperbaiki sistem tubuh.

Agar tidak gampang bosan, dan kalau masih terbawa suasana Ramadan. Sarapan bisa dimulai dengan beberapa butir kurma, smoothies yang terdiri dari campuran buah atau sayuran dan buah segar potong.

Bisa juga langsung konsumsi makanan yang memang sehat untuk sarapan. Misalnya telur dadar dengan sayuran seperti jamur yang gurih lembut. Cek resep mudah sarapan omelet jamur fluffy di sini.

2. Sering Makan

Closeup of a cheerful young couple picking some fruit and veggies from the fridge to make some healthy breakfast on Sunday morning. Shot from inside the working fridge.Sering Makan Sehat. Foto: iStock

Selama bulan Ramadan pola makan dan jam makan berubah. Hal ini tentunya berdampak pada metabolisme tubuh. Penting untuk memperbaiki metabolisme tubuh dengan mulai mengonsumsi makanan selang beberapa jam sekali.

Perlu diingat bahwa makanan yang dianjurkan bukan makanan berkalori tinggi dan berlemak. Melainkan makan dalam porsi kecil, namun pilihan makanannya bernutrisi. Seperti sayuran, salad dalam porsi kecil, hingga roti gandum utuh.

Bisa juga diganti dengan buah-buahan yang membantu pencernaan agar tetap lancar. Seperti pepaya, apel, pisang hingga buah jeruk yang kaya serat.

3. Hindari Makanan Manis

Young Woman Eating Unhealthy Food. Sweetness Indulging and Fattening Concept. Girl Biting Chocolate Cake, High-calorie Sweet Food, Increased Glucose Diabetes. Sweet food addiction.Mencicipi Makanan Manis. Foto: Getty Images/PixelsEffect

Selama Ramadan terutama saat buka puasa dan sahur, banyak ahli kesehatan yang tidak menyarankan orang untuk makan makanan tinggi gula. Makanan manis bisa melonjakkan kadar gula darah, selain itu juga bisa menyebabkan obesitas.

Salah satu efek dari makanan tinggi gula adalah membuat tubuh cepat lelah dan hanya memberikan energi selama 3-4 jam saja. Makanan tinggi gula juga bisa memicu rasa lapar ketika sedang berpuasa. Meskipun merasa cepat kenyang tapi makanan manis juga memicu rasa lapar.

Makanan manis memang tidak perlu dihindari sepenuhnya, boleh dikonsumsi asal tidak berlebihan. Kalau masih ngidam makanan manis bisa ganti kue atau soft drink dengan buah kering seperti kurma hingga kismis yang lebih alami.



Simak Video "Bikin Laper: Pizza dan Pasta yang Bikin Nafsu Makan"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT