ADVERTISEMENT

5 Tips Diet Setelah Lebaran Agar Berat Badan Kembali Normal

Riska Fitria - detikFood
Selasa, 10 Mei 2022 06:00 WIB
Tips diet setelah lebaran
Foto: iStock
Jakarta -

Selama momen Idul Fitri biasanya kita banyak mengonsumsi makanan hingga menyebabkan kenaikan berat badan. Kamu bisa kembali memulai diet dengan tips ini.

Idul Fitri kurang lengkap tanpa adanya suguhan makanan. Mulai dari makanan berat, aneka kue hingga minuman manis dan segar pasti tersedia di setiap rumah.

Melihat banyaknya makanan yang disajikan terkadang membuat kita jadi kalap. Alhasil kita makan semua makanan hingga akhirnya menyebabkan berat badan jadi naik.

Nah, setelah lebaran kamu bisa kembali memulai diet dengan mengubah beberapa pola makan. Dikutip dari beberapa sumber, berikut 5 tips diet setelah lebaran:

1. Kurangi Ngemil Kue Lebaran

Tips diet setelah lebaranTips diet setelah lebaran dengan mengurangi makan kue lebaran Foto: iStock

Bagi yang merayakan Idul Fitri pasti menyediakan kue lebaran dengan aneka varian untuk suguhan tapi. Biasanya kue lebaran yang tersisa sering dinikmati sendiri.


Jika berniat untuk diet setelah lebaran sebaiknya kurangi ngemil kue lebaran. Sebab kue lebaran dibuat dari adonan yang mengandung tepung dan gula.

Kedua bahan tersebut bisa menyebabkan kenaikan berat badan jika dikonsumsi berlebihan. Kamu bisa mengurangi sedikit demi sedikit sampai kamu berhasil tidak mengonsumsi sama sekali.

Baca Juga: Gampang Didapat, 6 Buah Tinggi Protein Ini Bagus Dikonsumsi Tiap Hari

2. Minum Teh Hijau

Tak hanya kue lebaran saja, ketika Idul Fitri pasti banyak orang yang makan makanan bersantan. Seperti opor ayam dan gulai misalnya. Nah, makanan bersantan itu bisa jadi penyebab kenaikan berat badan.

Setelah lebaran, kamu bisa memulai diet sehat dengan mengonsumsi teh hijau setiap pagi. Banyak penelitian yang menemukan bahwa teh hijau bisa memangkas berat badan 0,2-3,5 kg dalam selama 3 minggu.

Selain itu, minum teh hijau juga bisa menstabilkan tekanan darah sehingga mengurangi risiko seseorang terkena penyakit, jantung, diabetes dan kanker jenis tertentu.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT