5 Manfaat Makan Cabe, Sehatkan Saluran Pernapasan dan Cegah Asma

Devi Setya - detikFood Senin, 06 Sep 2021 11:30 WIB
Chili Foto: istock
Jakarta -

Kabar baik bagi foodies penggemar makanan pedas. Ternyata cabe punya segudang manfaat kesehatan, termasuk sehatkan pernapasan, mencegah kanker paru-paru dan meredakan asma.

Capsaicin merupakan salah satu senyawa yang terdapat dalam cabe . Zat ini juga yang mempengaruhi rasa pedas pada cabai, meskipun secara keseluruhan cabe juga mengandung vitamin dan sumber nutrisi lainnya.

Makanan yang mengandung cabe terbukti menambah selera, tak heran kalau makan makanan pedas selalu ingin nambah. Tapi di samping membuat makanan jadi lebih menggoda, cabai juga memberi manfaat kesehatan.

Dilansir dari Times Now News (2/9) sudah banyak penelitian soal kandungan capsaicin dalam cabe yang terbukti baik untuk kesehatan. Salah satunya yakni menyehatkan saluran pernapasan dan menurunkan resiko terpapar kanker paru-paru. Bahkan mengonsumsi makanan pedas juga mencegah dan meredakan asma.

Selain menyehatkan saluran pernapasan, cabai juga dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan seperti menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, meningkatkan kekebalan tubuh, dan membantu penurunan berat badan.

Berikut beberapa manfaat cabai untuk kesehatan:

1. Menurunkan resiko kanker paru-paru

Sebuah penelitian terbaru menemukan fakta bahwa cabai dapat membantu memperlambat penyebaran kanker paru-paru. Bahkan menurunkan resiko penyebaran sel kanker pada otak maupun hati.

Kanker paru-paru dianggap sebagai salah satu penyebab utama kematian pada pria maupun wanita. Sebagian besar kematian yang terkait dengan kanker terjadi ketika sel-sel kanker menyebar ke bagian lain dari tubuh, sebuah proses yang disebut metastasis.

Kanker metastatik terkenal sulit diobati dibandingkan dengan kanker yang belum menyebar. Para peneliti menemukan bahwa capsaicin menghentikan metastasis kanker paru-paru pada hewan pengerat dan kultur sel manusia.

"Studi kami menunjukkan bahwa senyawa alami capsaicin dari cabai dapat mewakili terapi baru untuk memerangi metastasis pada pasien kanker paru-paru," kata Jamie Friedman, peneliti di laboratorium Piyali Dasgupta, Sekolah Kedokteran Universitas Marshall Joan C. Edwards.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com