7 Mitos Tentang Nutrisi yang Paling Terkenal, Apakah Semuanya Benar?

Diah Afrilian - detikFood Jumat, 12 Feb 2021 07:00 WIB
Healthy lifestyle. Good life. Organic food. Vegetables. Close up portrait of happy cute beautiful young woman while she try tasty vegan salad in the kitchen at home. Foto: iStock
Jakarta -

Banyak mitos tentang nutrisi yang dipercaya banyak orang. Apakah semuanya sudah pasti benar? Simak penjelasannya berikut.

Pola makan merupakan kebiasaan yang perlu diperhatikan demi menjaga kesehatan tubuh. Biasanya pola makan seseorang cenderung mengikuti pedoman nutrisi yang ia yakini.

Sayangnya pedoman nutrisi yang diyakini bisa berbeda-beda antar orang. Hal-hal yang mencakup di dalamnya pun sangat beragam. Tidak semuanya bisa dibenarkan dan tidak semuanya bisa disalahkan.

Sisi baiknya, perkembangan mitos tentang nutrisi ini menunjukan bahwa orang-orang semakin peduli dengan kebutuhan nutrisi. Tetapi, hal ini tidak jarang menyebabkan banyak miskonsepsi tentang nutrisi.

Berikut ini 7 mitos nutrisi yang paling terkenal menurut Times of India (8/2), berikut penjelasan kebenarannya:

1. Makanan Tinggi Lemak Tidak Sehat

Selection of bad fat sources, copy spaceSelection of bad fat sources, copy space Foto: iStock

Banyak orang mempercayai bahwa makanan tinggi lemak adalah makanan yang tidak sehat. Karenanya makanan yang tinggi lemak akan cenderung dihindari.

Ternyata, kepercayaan ini merupakan hal yang salah. Ada beberapa makanan tinggi lemak sehat yang justru bagus dikonsumsi. Misalnya alpukat, telur utuh, minyak ikan dan yang lainnya. Semua sumber lemak sehat ini memiliki nutrisi yang sangat baik dan membantu mengendalikan berat badan yang lebih sehat.

2. Diet Rendah Kalori adalah yang Terbaik

Mengurangi asupan kalori memang menjadi cara cepat untuk menurunkan berat badan, tetapi memangkas habis asupan kalori justru cara yang salah dalam menurunkan berat badan.

Diet rendah kalori dalam jangka waktu yang lama dapat memberikan dampak buruk bagi tubuh. Misalnya memperlambat metabolisme, meningkatkan rasa lapar dan memengaruhi hormon rasa kenyang.

Baca Juga: 7 Mitos Soal Diet dan Nutrisi Ini Masih Banyak Dipercaya

3. Makan dalam Porsi Kecil dan Sering adalah Hal Ideal

Manfaat Makan Porsi Sedikit Tapi Lebih Sering, Ini Kata AhliManfaat Makan Porsi Sedikit Tapi Lebih Sering, Ini Kata Ahli Foto: Getty Images/iStockphoto/gerenme

Faktanya frekuensi makan tidak berpengaruh selama kamu mencukupi kebutuhan produksi energi untuk tubuh. Melahap makanan dalam porsi kecil dan sering cenderung lebih berdampak bagi orang yang memiliki penyakit bawaan.

Beberapa kondisi medis membutuhkan porsi dan pola makan yang harus lebih diperhatikan dan teratur. Misalnya diabetes dan arteri koroner. Termasuk pada wanita hamil, makan lebih sering akan memberikan efek yang lebih baik.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Makanan Sehat dan Lokal Jadi Tren 2020"
[Gambas:Video 20detik]

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com