Diet Mediterania "Hijau", Pola Diet Baru yang Disebut Lebih Sehat

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Selasa, 29 Des 2020 06:00 WIB
Diet Mediterania Hijau, Pola Diet Baru yang Disebut Lebih Sehat Foto: Getty Images/iStockphoto/jenifoto
Jakarta -

Diet Mediterania populer sebagai pola diet menyehatkan. Kini muncul versi baru, diet Mediterania "hijau" yang disebut lebih sehat.

Sejak lama para pakar kesehatan dan ahli gizi menyebut diet Mediterania sebagai salah satu pola diet tersehat untuk dijalani. Pasalnya diet ini merekomendasikan asupan banyak bahan nabati, ikan, dan minyak zaitun.

Diet Mediterania terinspirasi dari pola makan masyarakat di wilayah Mediterania seperti Yunani, Italia, dan Spanyol. Mengenai manfaatnya untuk kesehatan, diet Mediterania bisa mencegah serangan jantung, diabetes tipe 2, hingga kematian dini.

Sebuah penelitian baru yang dipublikasikan online di jurnal Heart mengungkap adanya jenis diet Mediterania baru. Namanya diet Mediterania "hijau" yang merekomendasikan lebih banyak asupan sayuran hijau.

Penelitian dilakukan pada 294 orang

Diet Mediterania Diet Mediterania "Hijau", Pola Diet Baru yang Disebut Lebih Sehat Foto: Getty Images/iStockphoto/jenifoto

Dikutip dari Healthline (28/12), peneliti mengungkap orang yang mengonsumsi lebih banyak protein nabati dan lebih sedikit daging merah maupun unggas, mengalami peningkatan kesehatan kardiovaskular dan metabolik.

Penelitian ini dilakukan secara acak terhadap 294 partisipan yang merupakan orang dewasa dalam kategori obesitas sedang. Pola aktivitas mereka juga termasuk yang tidak begitu aktif.

Kebanyakan partisipan adalah laki-laki dengan usia rata-rata 51 tahun. Partisipan dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama menerima panduan untuk melakukan lebih banyak aktivitas fisik sekaligus panduan dasar mengenai pola diet sehat.

Kelompok kedua menerima panduan aktivitas fisik yang sama, ditambah saran untuk mengikuti pembatasan asupan kalori dengan mengikuti diet Mediterania tradisional.

Menu makanan mereka rendah karbohidrat simpel, namun banyak sayuran. Kemudian mereka juga mengonsumsi ikan dan unggas sebagai pengganti daging merah.

Kelompok ketiga menerima semua panduan yang sudah diberikan di atas, ditambah 3-4 cangkir teh hijau dan 28 gram kacang kenari per hari.

Menu mereka juga termasuk 100 gram Wolffia globosa beku yang merupakan sumber protein nabati. Wolffia globosa menggantikan protein shake yang biasanya terbuat dari protein hewani.

Hasil penelitian menjanjikan

Penulis penelitian mengungkap hasil penelitian yang menjanjikan. Mereka mengatakan membatasi asupan daging merah dibarengi dengan peningkatan konsumsi makanan nabati dan makanan tinggi protein berdampak baik pada keadaan kardiometabolik, bahkan lebih.

Pola makan ini juga disebut bisa mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, di luar efek menguntungkan lain dari diet tradisional Mediterania.

Untuk kelompok kedua dan ketiga, partisipan di dalamnya mengalami penurunan berat badan paling banyak. Total untuk kelompok kedua adalah 5,4 kg dan yang ketiga 6,2 kg. Hal ini terjadi dalam waktu 6 bulan.

Begitupun dengan lingkar pinggang partisipan. Mereka yang ada di kelompok ketiga alias kelompok diet Mediterania "hijau" mengalami penurunan 8,6 cm. Sedangkan partisipan di kelompok kedua yaitu kelompok diet Mediterania "tradisional" hanya 6,8 cm.

Lebih jauh lagi, partisipan yang mengikuti diet Mediterania, baik "hijau" maupun "tradisional", memiliki kadar kolesterol baik yang lebih tinggi. Mereka juga menunjukkan peningkatan dalam segi kesehatan insulin hingga tekanan darah.

Baca Juga: Mau Jalani Diet Mediterania? Kenali Dulu 7 Konsep Dasarnya

Selanjutnya
Halaman
1 2

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com