Kurang Nutrisinya, Boba Hanya Mengandung Karbohidrat dan Kalori!

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Kamis, 05 Sep 2019 11:00 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Hingga kini boba tea atau bubble tea masih digandrungi. Namun bagi yang mau lebih sehat, harus kurangi konsumsi boba karena menurut ahli gizi tak ada nutrisinya.

Meski rasanya manis enak, beberapa orang kini mulai mengurangi asupan boba tea demi kesehatan. Sebab boba tea tinggi kandungan gula yang kurang baik jika sering atau rutin dikonsumsi.

Sebuah rumah sakit di Singapura sempat mengungkap kandungan gula untuk beberapa jenis boba tea populer. Terlihat bahwa Brown Sugar Milk Tea dengan topping boba mengandung gula paling banyak. Jumlahnya mencapai 18,5 sendok teh (sdt) gula.

Disusul dengan beberapa varian populer seperti Passionfruit Green Tea (8,5 sdt), Mango Green Tea (8 sdt), dan Milk Tea With Pearls (8 sdt). Padahal tiap hari, orang dewasa sebaiknya hanya mengonsumsi 8-11 sdt gula.

Kurang Nutrisinya, Boba Hanya Mengandung Karbohidrat dan Kalori!Foto: dok. detikFood


Baca Juga: Terungkap! Varian Milk Tea dan Topping Ini Paling Tak Sehat

Bukan cuma banyaknya gula dalam boba tea yang perlu diwaspadai, topping pada boba tea juga perlu diperhatikan. Dikutip dari World of Buzz (5/9), ahli gizi dari National Heart Institute (IJN) Malaysia bernama Mastari Mohamad mengatakan tidak ada nutrisi pada boba atau pearl yang merupakan topping boba tea populer.

Menurutnya boba tidak menyediakan nutrisi yang diperlukan tubuh dan hanya mengandung karbohidrat dan kalori. Jika seseorang terlalu banyak makan boba juga bisa mengganggu kesehatan sistem pencernaan.

"Mutiara-mutiara ini dibuat dari tepung tapioka dan jika boba bereaksi dengan makanan lain, mutiara tersebut akan sulit dicerna. Jika seseorang tidak memiliki pola hidup sehat dan seimbang seperti tidak minum cukup air atau tidak makan cukup sayuran, maka mereka akan alami gangguan pencernaan dan membuat boba sulit dicerna," kata Mastari.

Kurang Nutrisinya, Boba Hanya Mengandung Karbohidrat dan Kalori!Foto: iStock

Ia juga sempat menyinggung konsumsi gula harian orang dewasa yang sebenarnya hanya disarankan 10 sdt per hari, sesuai dengan anjuran Badan Kesehatan Dunia (WHO). Tapi faktanya kebanyakan gula dalam segelas boba tea melebihi jumlah yang disarankan tersebut.

Mastari berujar, jumlahnya bisa mencapai 8-20 sdt gula untuk tiap gelas bubble tea. Seharusnya setiap orang juga tidak boleh mengonsumsi gula lebih dari 10% dari konsumsi kalori harian mereka.

"Sebagai contoh, rata-rata orang dewasa Asia membutuhkan 2.000 kalori per hari. Oleh karena itu, asupan gulanya hanya boleh sekitar 200 kalori (10%) yang setara dengan 10 sdt," ujar Mastari. Terlalu banyak gula bisa memicu penyakit serius seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

Mastari juga sempat mengatakan ada cara untuk membuat bubble tea lebih sehat. "Kurangi jumlah gula dan gunakan susu rendah lemak atau tambahkan beberapa buah untuk asupan serat," lanjutnya.

Kurang Nutrisinya, Boba Hanya Mengandung Karbohidrat dan Kalori!Foto: iStock

Soal topping, boba bisa diganti biji chia atau biji basil yang sama-sama memberi tekstur enak. "Namun topping itu lebih sehat karena mengandung antioksidan dan omega 3 yang menguntungkan untuk tubuh," kata Mastari.

Terakhir ia merekomendasikan gerai-gerai bubble tea ternama untuk mencantumkan informasi nutrisi tiap minuman. Dengan begini pembeli bisa tahu atau memperkirakan asupan gula dan memutuskan pilihan mereka dengan tepat.

Baca Juga: Sering Minum Bubble Tea Tubuh Jadi Kurang Sehat, Ini Alasannya!



Simak Video "Tur Boba hingga Dini Hari di Surganya Bubble Tea"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/odi)