Terungkap! Varian Milk Tea dan Topping Ini Paling Tak Sehat

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Kamis, 18 Jul 2019 11:36 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Milk tea memang enak, namun tinggi gula. Dari berbagai macam varian milk tea, rumah sakit ini beberkan varian dan topping paling tidak sehat. Apa ya?

Kini milk tea atau boba tea jadi minuman hits yang disukai banyak orang. Beberapa pencinta milk tea bahkan tidak bisa melewatkan hari tanpa memesan minuman asal Taiwan ini. Mereka tak kuasa menolak kenikmatan paduan teh, susu, dan boba atau bola tapioka yang manis kenyal.

Sayangnya dari sisi kesehatan, konsumsi milk tea kurang baik apalagi jika sampai setiap hari. Manis legitnya milk tea berkaitan erat dengan banyaknya gula yang dipakai. Rumah sakit Mount Alvernia di Singapura bahkan sampai mengeluarkan fakta soal nutrisi milk tea.

Terungkap! Varian Milk Tea dan Topping Ini Paling Tak SehatFoto: Istimewa/Spoon University

Baca Juga: Kenapa Tak Boleh Sering-sering Minum Bubble Tea? Ini Jawaban Ahli

Dikutip dari Business Insider (18/7), pihak rumah sakit mengeluarkan infografis perbandingan jumlah gula dan kalori pada varian milk tea populer. Terungkap bahwa Brown Sugar Milk Tea dengan topping boba mengandung gula paling banyak. Jumlahnya mencapai 18,5 sendok teh (sdt) gula.

Disusul dengan Winter Melon Tea (16 sdt), Jasmine Green Tea with Fruits (8,5 sdt), Passionfruit Green Tea (8,5 sdt), Mango Green Tea (8 sdt), Milk Tea With Pearls (8 sdt), dan Avocado Tea with Pearls (7,5 sdt).

Sebagai informasi, 1 sdt gula sama dengan 5 gram gula untuk 500 ml milk tea dengan 100% gula. Untuk perbandingan, sekaleng minuman cola reguler mengandung 7 sdt gula.

Terungkap! Varian Milk Tea dan Topping Ini Paling Tak SehatFoto: Mount Alvernia Hospital

Kebutuhan gula harian pada orang dewasa padahal hanya 8-11 sdt gula, sementara anak dan remaja sekitar 5 sdt. Nah, guna menekan keinginan minum manis, pihak rumah sakit menyarankan agar memilih gerai milk tea yang mempersilakan pengunjung untuk menentukan kadar manisnya sendiri. Sebaiknya pilih yang di bawah 30% untuk kandungan gulanya.

Bukan hanya milk tea, toppingnya juga jadi sorotan. Rumah sakit Mount Alvernia menobatkan milk foam sebagai topping milk tea paling banyak kalori yaitu 203 kkal. Disusul cheese foam (108 kkal), boba/mutiara tapioca (156 kkal). Oreo (116 kkal), pudding jelly (89 kkal), coconut jelly (76 kkal), rainbow jelly (71 kkal), herbal jelly (57 kkal), sereal oat (54 kkal), kacang merah (45 kkal). ai yu jelly (45 kkal), white pearls (42 kkal), dan aloe vera (31 kkal).

Terungkap! Varian Milk Tea dan Topping Ini Paling Tak SehatFoto: Mount Alvernia Hospital

Baca Juga: Sering Minum Bubble Tea Tubuh Jadi Kurang Sehat, Ini Alasannya!

Pihak rumah sakit mengatakan topping seperti jelly dan boba direndam dalam sirup manis untuk menjaga kelembapannya. Hal ini pula yang memicu penambahan nilai kalori pada topping tersebut.

Secara umum, berikut panduan membeli milk tea yang sekiranya lebih sehat menurut rumah sakit Mount Alvernia:

1. Pilih cup yang paling kecil

2. Pilih green tea, oolong tea, atau black tea "plain"

3. Minta kandungan gula hanya 30% atau lebih rendah lagi

4. Minta susu yang fresh, low-fat, atau skimmed milk dari pada creamer non-dairy

5. Pilih tanpa topping sama sekali. Kalaupun mau pilih aloe vera (lidah buaya) saja.



Simak Video "Nikmatnya Shabu-Shabu khas Mongolia dengan Potongan Daging Domba"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/odi)