Kurangi Porsi Makan Ternyata Tak Bikin Berat Badan Turun

Shara Azzhara - detikFood Kamis, 11 Jul 2019 07:20 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Mengurangi porsi makan saat diet dilakukan banyak orang. Cara ini dianggap efektif menurunkan berat badan. Apa benar?

Saat bertekad menurunkan berat badan, tentu hal utama yang terpikirkan adalah mengurangi porsi makan. Namun ternyata penelitian baru-baru ini menunjukan bahwa porsi makanan dan berat badan tak berkaitan langsung.

Rumus umum yang dilakukan sebagian orang saat diet adalah mengurangi porsi makan, rutin berolah raga, dan berharap berat badannya dapat turun dengan cepat. Benar adanya bahwa olah raga dapat memberikan dampak yang signifikan dalam penurunan berat badan tetapi tidak dengan porsi makan.

Kurangi Porsi Makan Ternyata Tak Bikin Berat Badan TurunFoto: iStock

Baca juga : 5-Bite Diet, Cara Turunkan Berat Badan dengan Prinsip 5 Kali Gigit

Jurnal yang dipublikasikan American Medical Association mengemukakan bahwa porsi makan yang lebih sedikit dan pemangkasan asupan kalori tidak begitu signifikan dalam diet. Tetapi, penelitian ini menyarankan untuk memangkas asupan biji-bijian olahan, makanan olahan, dan makanan dengan pemanis agar lebih mudah menurunkan berat badan. Saat Anda fokus pada asupan sayur-sayuran dalam pola makan, maka pengurangan jumlah kalori tidak berpengaruh.

Penelitian utama yang dikepalai oleh Christopher D. Gardner, pengarah ilmu nutrisi di Stanford Prevention Research Center, menilai 600 orang partisipan. Para peserta dibagi menjadi 2 grup berdasarkan pola makan, yaitu makanan sehat rendah karbo dan makanan sehat rendah lemak. Selama masa penelitian, ahli diet melatih partisipan untuk mengonsumsi makanan buatan rumah dengan proses sederhana dan kaya nutrisi.

Baca juga : Coba Jadi Vegan, Berat Badan Simon Cowell Susut 10 Kg

Kurangi Porsi Makan Ternyata Tak Bikin Berat Badan TurunFoto: iStock

Kedua grup pola makan tersebut mengalami penurunan berat badan yang signifikan. Partisipan dengan pola makan rendah karbo berat badannya menurun lebih dari 13 pound (5,8 kg), sementara partisipan dengan pola makan rendah lemak berat badannya menurun sebanyak 11,7 pound (5,3 kg). Keduanya tercatat mengalami penurunan ukuran lingkar pinggang dan persentase lemak dalam tubuh, serta penurunan tekanan darah dan gula darah.

Hal ini terjadi tanpa mengurangi jumlah asupan atau porsi makanan. Mereka hanya mengontrol dan mengatur kualitas keutuhan makanan dalam proses pengolahannya.

Secara keseluruhan penelitian ini mendukung dan menyarankan jika Anda ingin mengurangi berat badan secara sehat dan efektif, maka meminimalisir proses pengolahan sangatlah penting. Ini diperlukan untuk menjaga nutrisi yang terkandung dalam makanan agar tidak terbuang.

Baca juga : 'Intuitive Eating', Mengajak Pelaku Diet Nikmati Makanan Pakai Intuisi



Simak Video "Redakan Gerah dengan Segarnya Rujak Es Krim Pakualaman"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/adr)